24-Hour Dance Performance in Surakarta

24-Hour Dance Performance in Surakarta

24-Hour Dance Performance in Surakarta

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Eleven dancers from the Surakarta Arts Institute completed a non-stop 24-hour dance performance in observance of International Dance Day last week on Saturday. The event, which began on Friday, was joined by more than 4,000 members of the public, who turned the streets of Surakarta into a giant stage. On Saturday, after completing the performance, the dancers ate nasi liwet (boiled rice), a local delicacy of rice cooked in coconut milk, with chicken and vegetables. Cultural observer and journalist Goenawan Mohamad delivered a speech to mark the end of the event, tempointeraktif.com reported Saturday. "We are pleased that we managed to perform for 24 hours," one of the dancers, Bobby Ari Setyawan, said. Bobby said he had worked on his fitness for days ahead of the performance. Another dancer, Anouk Wilke of the Netherlands, said the dancers had not been performing any specific dance routines. "We moved our body using improvised techniques," said the Yogyakarta Arts Institute student. taken from the jakarta post

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Chinese Premier : "Ayo Mama" Sebelummnya

Chinese Premier : "Ayo Mama"

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Farah Fitriani Faruq
@farah

Farah Fitriani Faruq

http://farahfitriani.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.