Lupa Sandi?
/ Front

Jalal, Refleksi Perjuangan Menggapai Cita-Cita

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Jalal, Refleksi Perjuangan Menggapai Cita-Cita
Pernahkah kalian membayangkan akan bernazar untuk bersepeda dari lokasi kalian tinggal hingga ke tempat kalian kuliah yang jaraknya bukan lagi hitungan jari melainkan ratusan kilometer? Membayangkannya saja mungkin kalian sudah lelah, apalagi menjalankan nazar tersebut. Namun, percayakah kalian seorang anak yang berasal dari kota di Jawa Tengah berhasil melaksanakan nazar dengan melakukan perjalanan Pati-Depok karena diterima di Universitas Indonesia. Ialah Muhammad Jalaludin Sofan Fitri, siswa SMA Negeri 1 Pati, Jawa Tengah. Dengan sepeda ontelnya yang tradisional, ia mengarungi perjalanan pantura menuju kota yang menjadi cita-citanya, Depok. Saya berkesempatan untuk mewawancarainya di tengah kesibukannya mempersiapkan diri menghadapi perkuliahan tahun ajaran 2011/2012. T : Halooo Jalal, gimana nih kabarnya? Sehat-sehat kan? Setelah menempuh perjalanan panjang Pati-Depok, gimana perasaannya? J : 3 S, Sehat, Senang, Susah. Hehehe T : Boleh sedikit diceritakan Jalal, latar belakang pendidikan kamu, berusia berapa, dan asli dari mana nih? J : Saya bersekolah di SMA Negeri 1 Pati, Jawa Tengah, berusia 19 tahun, saya asli dari Blora. T : Apa sih yang melatarbelakangi kamu untuk menempuh perjalanan Pati- Depok? J : Ya karena ada sebuah janji yang telah saya buat kepada Sang Pencipta, Allah SWT, dan kepada teman-teman saya apabila diterima di universitas, saya akan melakukan perjalanan dari rumah ke tempat kuliah dengan bersepeda. T : Bagaimana perasaan kamu diterima di universitas tersebut? J : Alhamdulillah senang, ada, susah juga ada. Senang karena masuk Fakultas Ilmu Budaya UI,jurusan Sejarah dan susah karena saya mau tidak mau harus memiliki tanggung jawab menjadi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat hehe. T : Mengapa kamu mengambil jurusan Sejarah dan Universitas Indonesia? J : Karena saya suka membaca tentang sesuatu yang barbau masa lalu, apalagi tentang strategi militer, dan saya di UI karena banyak sekali inspirasi tokoh disana, (Soe Hok Gie, Andrea H, dan lainya). T : Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan Pati- Depok? J : Sekitar 5 hari, dan selambat-lambatnya 7 hari, tetapi alhamdulillah bisa 5 hari T : Jam berapa kamu berangkat dan di hari apa? Serta hari dan jam berapa kamu sampai di Depok? J : Jam 12 siang dari Pati hari Selasa, dan sampai di Depok jam 09.00 siang hari Minggu kemarin. T : Mengapa kamu bernazar seperti itu? Unik sekali. J : Karena saya suka, dari pada naik sepeda motor, kita tak akan pernah menemukan sebuah kehidupan di belahan pantura hehe. T : Boleh diceritakan pengalaman kamu dapatkan selama nazar dipenuhi Dan selama perjalanan Pati-Depok di beberapa kota yang kamu lewati? J : Banyak mbak, dimulai dari Pati, Kudus, Demak, Semarang, Kaliwungu, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Cirebon, Karangampel, Indramayu, Pamanukan, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, Jakarta dan Depok. Semuanya memiliki pengalamannya sendiri-sendiri dan sangat khas. T : Selain sepeda, bekal apa saja yang kamu bawa selama perjalanan? J : Pastinya PMO= Pakaian, Makanan, Obat-obatan dan peralatan lainya. T : Apa perasaan kamu ketika kamu tiba di Depok dan akhirnya nazar kamu terpenuhi? J : Saya sangat bersyukur, karena tak ada yang kurang dari saya satupun justru tambah banyak ya itu pengalaman. T : Siapa saja pihak-pihak yang telah mendukung kamu dan apa bentuk dukungannya ? J : Teman-teman Paresmapa (pecinta alam), Guru-guru SMA, teman-teman SMA juga banyak orang-orang perjalanan yang saya temui, dan masih banyak lainya yang tak saya dapat semua saya sebutkan. Dukungan dalam bentuk semangat untuk maju dan dalam bentuk materi lainnya. T : Apa cita-cita kamu ke depan? J : Saya ingin menjadi seotrang penulis T : Adakah yang ingin kamu sampaikan kepada teman-teman GNFI? J : Tetap semangat, jangan gengsi karena akan merusakmu. Nikmatilah apa yang kau miliki, jangan bangga karena memakai milik orang lain. Baik, terima kasih banyak Jalal. Selamat berjuang dan belajar di Universitas Indonesia. Semoga kelak menjadi sejarawan yang sukses yah. Interviewed and written for Good News From Indonesia by Adisa Ittaqa Putri D.Soedarso
Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Welcome, Vietnam Airlines

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

The Blue of the Birds

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Internationally-connected Medan

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Konser Keajaiban : Sound From the East

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Liverpool to Manado

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara