Menuai Juara di Benua Eropa

Menuai Juara di Benua Eropa
info gambar utama
Siapa yang tidak mengenal Rudy Hartono, Susi Susanti, Taufik Hidayat, Firdasari, serta Simon Santoso? Masyarakat Indonesia pasti mengenal mereka sebagai anak bangsa yang membawa nama Indonesia melalui cabang olahraga bulutangkis hingga ke mancanegara. Kita tentu bangga atas prestasi yang ditorehkan para pahlawan olahraga tersebut bagi bangsa. Namun, prestasi dalam dunia bukutangkis tak hanya milik atlet yang sudah terkenal. Di Benua Eropa, tepatnya di Jerman, ada seorang mahasiswa Indonesia yang telah menjuarai beberapa turnamen bulutangkis selama tahun 2011 ini. Edward Bona Sinambela, atau biasa dipanggil Edward adalah seorang mahasiswa di Hochshule Bremen terhitung tahun 2010. Oldenburg Cup Niedersachsen, BTS Neustadt Cup, Zwickau Open Tournament Berlin, KBRI Cup dan KJRI Cup adalah kejuaraan-kejuaraan yang dia ikuti sepanjang awal tahun ini, dengan lima medali emas untuk kategori single dan satu medali emas untuk kategori double. “Emang udah persiapan dan kebetulan lagi fit banget, hehe..”, ujarnya dengan rendah hati ketika saya memuji prestasinya. Mengetahui ada beberapa kejuaraan bulutangkis yang akan diadakan pada tahun 2011, Edward pun mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan tersebut. Berkat persiapan yang matang dan tekad yang kuat, dalam kurun waktu kurang dari delapan bulan, pengagum Taufik Hidayat dan Billl Gates ini berhasil meraih enam medali emas pada lima kejuaraan yang berbeda.  Semua kemenangan itu sangat disyukuri oleh Edward, “Puji Tuhan”, katanya. Perkenalannya dengan bulutangkis bermula ketika ia duduk di kelas 4 sekolah dasar. “Awalnya ikut main bareng kakak, dia ikut ekskul bulutangkis di sekolahnya, terus saya masuk klub”, ujar pemuda kelahiran 13 Maret 1990 ini. Kebiasaan menonton pertandingan bulutangkis bersama keluarga menimbulkan ketertarikan Edward terhadap olahraga yang kemungkinan dikembangkan dari Yunani sejak 2000 tahun yang lalu. “Bulutangkis itu kan olahraga yang merakyat, bisa main diluar, raketnya gak mahal dan Indonesia juga terkenal dengan prestasi bulutangkisnya”, tandasnya kemudian. Memasuki Sekolah Menengah Pertama, Edward harus pindah dari kota kelahirannya, Medan, ke Batam, mengikuti orang tuanya. Disinilah minatnya terhadap bulutangkis mulai ditekuni dengan serius. Hal ini dibuktikan dengan masuk klub bulutangkis yang ada di Batam, hingga mengikuti kejuaraan tingkat daerah bahkan nasional. Berbagai lomba telah diikuti Edward ketika SMP. “Porseni (Pekan Olah Raga dan Seni), Porda (Pekan Olahraga Daerah), dan Popwil (Pekan Olahraga Pelajar Wilayah), semuanya menang di Batam, tapi sayang Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) kalah," jelas pemuda yang kuliah di jurusan International Global Management. Selain kejuaraan yang diadakan oleh pemerintah, Edward juga mengikuti beberapa kejuaraan lain seperti Milo Indonesia Open Junior Championship dan Cheers Youth International pada tahun 2006 dan 2007. Juara dua kali sirkuit nasional bulutangkis di Padang dan Medan untuk kategori remaja ini menyatakan bahwa tahun 2007 hingga 2009 merupakan tahun keemasannya di arena bulutangkis dalam negeri. Prestasi ini tak lepas dari bimbingan yang dia dapat di asrama PBSI Pelatda Batam selama tiga tahun, yakni sejak kelas 3 SMP hingga 2 SMA. Ketika disinggung mengenai karir sebagai atlet bulutangkis nasional, anak bungsu dari dua bersaudara ini menyatakan bahwa dirinya pernah mengikuti seleksi pelatnas (Pelatihan Nasional). Namun usaha kerasnya ketika itu belum berhasil, hingga perjalannya harus berakhir sampai disitu. Beberapa kegagalan yang ia alami tidak membuatnya mundur dari dunia bulutangkis. Selesai dari asrama PBSI, penyuka olahraga renang dan sepak bola ini fokus pada sekolahnya yang kemudian dia lanjutkan di Jerman. Cita-cita Edward untuk sekolah di Jerman memang sudah ada sejak dulu. Setiba di Bremen, kota tempatnya menuntut ilmu, Edward langsung bergabung dengan klub bulutangkis bernama BTS Neustadt Bremen. Saat ini ia sedang bersiap untuk mengikuti liga bulutangkis antar klub yang akan diadakan beberapa waktu mendatang. Terlepas dari berbagai prestasi yang telah diraih, Edward ternyata tidak bercita-cita untuk menjadi pemain bulutangkis profesional, melainkan pengusaha. “Untuk sementara masih pengen jadi pengusaha, semuanya prestasi sampingan. Fokusnya sekolah”, tutupnya. Semoga segala yang dicita-citakan berhasil dan terus dapat mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Terima kasih, Edward! Written for Good News From Indonesia by Marina Nareswari

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini