Lupa Sandi?

Indonesia, Negeri US$ 1 Trilyun. Segera!

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Indonesia, Negeri US$ 1 Trilyun. Segera!
Pertengahan tahun lalu, majalah internasional The Economist menerbitkan satu edisi dengan judul di halaman depan yang akan membuat bangga seluruh rakyat Brazil, yakni "Brazil Takes Off". Tentu isinya menggambarkan bagaimana Brazil saat ini sangat kuat di bidang ekonomi, dan menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia yang mulai sangat diperhitungkan. Paman saya pergi ke Sao Paolo, kota terbesar kedua di Brazil, pada tahun 90-an. Saya masih ingat ketika beliau bercerita sepulang dari Brazil, bahwa selain wanita-wanita berbikini dan sepakbola, waktu itu Brazil hanya berisi cerita tentang kemiskinan, ketidakstabilan politik, dan sangat rentan terhadap krisis ekonomi, dan tentu saja, korupsi. Bagi orang awam, kondisi ini hampir mirip dengan yang terjadi di Indonesia, khususnya beberapa tahun lalu. Lihatlah transformasi Brazil yang berhasil mengubah negara yang seperti disebut di atas, menjadi superpower di Amerika Latin, ekonomi terbesar ke-8 di dunia dengan PDB US$1.6 trilyun pada tahun 2009 (ekonomi Brazil menyentuh angka US$ 1 trilyun pada 2006). Brazil juga sukses mengembangkan perusahaan-perusahaan nasionalnya menjadi perusahaan global yang tidak hanya dikenal dimana mana, tapi juga disegani. Siapa tidak kenal Petrobras, Embraer, Vale, dan lain lain, ada 10 perusahaan Brazil dlm 1000 Perusahaan Terbesar di Dunia versi Forbes. Dan jangan lupa, tiga tahun lagi Brazil akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, dan Olimpiade 2016. Itulah yang dimaksud dengan judul majalah The Economist tadi, Brazil benar benar lepas landas. Sekarang mari kita lihat Indonesia. Ekonomi Indonesia, meski dalam balutan krisis dunia yang bertubi-tubi, ada dalam kondisi yang cukup baik. Ini terlihat dari makin derasnya investasi asing langsung (Foreign Direct Investment), ekspor, pendapatan, dan APBN yang terus menembus rekor rekor baru. Pasar modal Indonesia juga terlihat cukup kuat melewati derasnya hantaman krisis. Pemerintah, melalui MP3EI juga akan menggalakkan pembangunan infrastruktur besar-besaran, yang ditandai dengan pembentukan koridor koridor ekonomi di seluruh Indonesia. PDB Indonesia saat ini sekitar US$750 milyar, dan diperkirakan akan mencapai US$1000 milyar, atau US$1 trilyun pada 2013 atau 2014, dan menjadikannya negara ke-13 dengan PDB US$1 trilyun atau lebih. Selain itu, perusahaan-perusahaan nasional juga makin menunjukkan tajinya. Pertamina, Telkom, Mandiri, BRI, adalah 4 perusahaan Indonesia masuk daftar 1000 Perusahaan Terbesar di Dunia versi Forbes. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, dipastikan akan banyak lagi perusahaan perusahaan nasional yang masuk ke daftar tersebut. Dan ini tidak akan makan waktu puluhan tahun, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia akan masuk menjadi salah satu kelompok "elit" dunia. Syaratnya adalah politik dan keamanan yang stabil, dan hal inilah dasar utama pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil. Rasanya 8% per tahun bisa dicapai, dan Brazil akan kita lewati, karena pertumbuhannya yang tak setinggi Indonesia. Kita bisa! Image source: The Economist

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara