Hari ini di Melbourne

Hari ini di Melbourne
info gambar utama
Hari ini, Aku terbangun, dalam keadaan masih setengah sadar, aku baru tersadar aku sedang berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Australia. Aku menginap di situ dengan beberapa orang kawan sekaligus sahur bersama, kami adalah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan mengibarkan sang Merah-Putih di Melbourne. Ya, hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-66. Semalam sebelumnya, kami dilantik menjadi Paskibra Indonesia di Melbourne, dilantik untuk mengemban tugas yang sangat membanggakan tersebut. Selama dua bulan terakhir semenjak pertengahan Juni, kami berlatih sebagai Paskibra, pasukan ini terdiri dari berbagai mahasiswa/i Indonesia yang sedang belajar, dan juga beberapa orang yang bekerja di Melbourne. Pasukan ini terdiri atas 17 orang. Angka yang menarik tentunya, dikarenakan 17 Agustus kali ini juga jatuh pada 17 Ramadhan. Hal serupa juga terjadi 66 tahun lalu, ketika Bung Karno dan Bung Hatta mengumandangkan Proklamasi, 17 Agustus tahun 1945 juga jatuh pada 17 Ramadhan. Pasukan tahun ini merupakan pasukan terbanyak dalam sejarah Paskibra Melbourne. Hal ini berarti positif karena banyak nya mahasiswa tertarik untuk terlibat dalam merayakan kemerdekaan Indonesia. Lalu aku pun teringat tahun 2010 lalu, aku juga menjadi anggota paskibra Melbourne sebagai pengibar, dan tahun ini aku menjadi pemimpin upacara, sungguh suatu kesempatan yang tidak akan kulewatkan. Aku dulu pun pernah menjadi ketua paskibra ketika SMA di Padang, sehingga tidak ada kendala dalam berlatih dan aku siap untuk melaksanakan amanat ini. Sampai aku mendengar kabar bahwa ada beberapa TNI Angkatan Laut yang sedang bertugas di Melbourne akan menjadi peserta upacara, aku tiba-tiba merasakan sebuah tekanan harus tampil sesempurna mungkin di depan pasukan Indonesia yang notabene lebih piawai dalam baris-berbaris. Pukul sepuluh pagi pun tiba, upacara bendera akan dimulai di halaman KonJen, kami memakai seragam Paskibra serba putih, how nostalgic, aku yang dahulu memakai nya ketika SMA di Indonesia, sekarang aku memakai seragam ini di negara orang lain, tiba-tiba rasa bangga dan haru memenuhi dada ku. Kulihat peserta upacara, beberapa anggota TNI-AL melihat kami berdiri dengan pandangan tajam, anak-anak sekolahan bule yang diundang memperhatikan kami dengan penuh minat, begitu juga dengan para guru bule yang membimbing mereka. Upacara berlangsung dengan khidmat dan lancar walau gerimis sedikit mengganggu kehidmatan peserta upacara. Pada tahun 2010 lalu, sang merah-putih pun berkibar di Federation Square, Melborne. Federation Square adalah salah satu tempat atraksi turis yang paling menarik dikunjungi di Melbourne, banyak orang bilang, belum ke Melbourne kalau belum ke Federation Square. Ada sekitar delapan bendera yang berkibar pada saat itu, hanya saja waktu itu bendera dinaikan oleh pengurus Federation Square. Tahun 2011 ini, Konsulat Jenderal berhasil melobi pengurus City of Melbourne agar kami, Paskibra dapat menaikan setidaknya satu bendera di tiang tersebut. Sehingga, setelah upacara bendera di halaman KonJen, kami pun harus bersiap-siap untuk pergi ke Federation Square untuk melaksanakan penaikan bendera kembali. Kembanggaan kembali menyeruak dan bikin dada ini sesak, begitu bangga nya aku bisa mengibarkan bendera Indonesia di negara ini, di negara orang. Sesampai disana, banyak orang yang penasaran melihat kami dengan seragam putih membawa bendera. Proses penaikan bendera tersebut ditonton oleh banyak orang, berbagai orang dari berbagai negara, orang lokal Australia, mungkin ada dari negara lain yang sedang lewat sana, mereka berhenti sejenak untuk melihat gerakan baris-berbaris kami yang seperti tentara kecil sedang melakukan penaikan bendera. Media-media Australia pun ikut meliput upacara penaikan bendera kami di Federation Square, seperti ABC Australia. Kami menghormat pada sang merah-putih dengan perasaan haru, kagum, dan sangat bangga, yang berkibar di langit Australia. Teruslah berkibar wahai sang merah-putih. Teruslah buat kami bangga. Kami di Australia tidak akan meninggalkan engkau, kami akan membuat engkau bangga dengan pengabdian kami. Ditulis berdasarkan pengalaman pemimpin paskibra Melbourne tahun 2011 yang bernama Sugit Sanjaya Arjon.written for Good News From Indonesia by Muhammad Hanif

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini