Lupa Sandi?

Wisata Sejarah di Pulau Mansinam

Aditha
Aditha
0 Komentar
Wisata Sejarah di Pulau Mansinam
Wisata Sejarah di Pulau Mansinam
Pulau Mansinam terletak di teluk Doreh, Manokwari, Papua Barat yang merupakan salah satu objek wisata sejarah. Tidak terlalu sulit untuk menjangkau pulau yang terletak sekitar enam kilometer dari Manokwari daratan ini. Hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit dengan perahu motor yang terdapat di Pantai Kwawi. Ketika berdiri di Kwawi, samar-samar terlihat prasasti di Pantai Mansinam yang menandai masuknya injil di Tanah Papua oleh dua Misionaris berkebangsaan Jerman bernama Ottow dan Geisler pada tanggal 5 Februari 1855. Semakin mendekati Pulau Mansinam, prasasti berupa salib dengan ketinggian beberapa meter itu semakin terlihat jelas. Di bagian bawah kaki prasasti, terdapat tulisan “Soli deo Gloria. De Eerste Zendelingen van Nederlandsch Nieuw Guinee C.W. Ottow En J.G. Geissler Zyn Hier Geland op 5-2-1855”. Di sisi tulisan ini, ada terjemahan dalam bahasa lokal. Artinya, kurang lebih,Misionaris pertama untuk Papua Ottow-Geissler tiba di sini 5 Februari 1855. Sekitar 50 meter dari prasasti terdapat Gereja Pengharapan (Krek der Hopen) yang merupakan gereja pertama di Papua yang dibangun Geissler pada 1864. Pondasi gereja yang asli terletak di sisi gereja yang berdiri sekarang. Di samping gereja, juga terdapat sumur tua yang dibuat Ottow-Geissler ketika menetap di Pulau Mansinam. Sumur itu masih tetap digunakan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan air tawar. Air sumur itu sangat bersih, segar dan tidak terasa asin meski dekat dengan pantai. Selain pondasi gereja dan sumur, juga terdapat tempat pembakaran roti yang terbuat dari semen.

Pada tanggal 5 Februari setiap tahunnya, di Pulau Mansinam ini diadakan acara rohani yang bertujuan untuk memperingati kali pertama injil masuk di Tanah Papua, yang dihadiri oleh masyarakat Papua dari segala penjuru. Written for Good News From Indonesia by Aditha Gloria

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ADITHA

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

Artikel Terkait

Siapa Bilang Kita Tak Bisa?

Akhyari Hananto6 tahun yang lalu

Satu Kaki, Berjuta Kebanggaan

Akhyari Hananto6 tahun yang lalu

About Batavia Madrigal Singer

Farah Fitriani Faruq6 tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara