Pada saat konferensi pers di babak kualifikasi yang diadakan 10 September 2011, diakhir pernyataannya Rio Haryanto berharap untuk berada di podium akan tetapi yang jelas menjadi juara (juara 1) itu akan lebih baik. Race pertama yang dilakukan 10 September pada pukul 17.20 waktu setempat (Monza, Italia) Rio Haryanto berada di posisi ke-3.   Dan kemarin, 11 September 2011 Rio Haryanto membuktikan bahwa dirinya bisa untuk berada di podium meski hanya menjadi juara ke-2. Hanya selisih 0,7 detik dengan Felix Da Costa. Hal ini memang lebih baik daripada balapan yang dilakukan Rio Haryanto bulan lalu, pada Race 1 dan 2 Rio Haryanto berada di posisi ke-12 dan 9. Balapan yang diadakan di Monza, Italia, sekaligus sebagai penutup dari rangkaian lomba GP3 Series. Dan saat ini Rio telah mengumpulkan sebanyak 31 poin. Jika dilihat dari pengumpulan poin ini, maka Rio masih berada di sepuluh besar GP3 Series. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan, dan Indonesia pantas berjumawa dengan hal ini. Namun siapa sangka Rio Haryanto yang memiliki bakat sangat tinggi ini dan beberapa kali telah menjuarai GP3, merasa harus berpasrah diri karena tidak adanya sokongan dana yang cukup. Bisa saja tahun depan nanti semoga Rio bisa naik ke GP2, kemudian F1, seperti impiannya. Siapa pula yang tidak bangga jika memiliki kesempatan untuk mengendarai mesin jet darat di ajang sekaliber Formula 1? Akan tetapi tidak semua pembalap memiliki kesempatan tersebut, karena hal ini tergantung seberapa kuat dan dahsyatnya dukungan sponsor. Memang dukungan sponsor hanyalah syarat nomor dua setelah syarat betapa berprestasinya seorang pembalap tersebut. Dan syarat ketiga, mampu bersaing di F1 yang sangat ketat. Syarat pertama, Rio Haryanto sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Syarat ketiga pun, saya yakin Rio mampu menjalani proses persaingan selama di F1 nanti dengan baik. Nah, sebelum melangkah jauh untuk berlaga di F1, ada sebuah masa yang bernama GP2 yang harus dilalui dulu oleh Rio. Dan permasalahan utamanya adalah sponsorship! Kalau Indonesia mau menyokong dengan dana yang sangat besar, atau ada sponsor lokal baru yang bersedia memberikan jumlah yang tidak sedikit, maka dapat dipastikan Rio Haryanto menjadi pembalap F1 pertama dari Indonesia beberapa tahun lagi. Memang hanya masalah waktu untuk mewujudkan impian Rio Haryanto mencapai F1. Namun, yang menjadi pertanyaan penting adalah seberapa besar peduli perusahaan besar Indonesia untuk mendukung putra bangsa seperti Rio Haryanto melebarkan sayapnya di dunia internasional? Atau apakah sebenarnya ada perusahaan Indonesia yang mau mensponsori Rio Haryanto tetapi terkendala dengan besaran jumlah yang harus dikeluarkan mereka untuk mengikuti ajang GP2 apalagi F1? Keep fighting, Rio!   Credits: www.gp3series.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu