Lupa Sandi?
/ Front

Semangat Nasionalisme Indonesia di Negeri Jiran

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Semangat Nasionalisme Indonesia di Negeri Jiran
Ini adalah cerita dari Aldillah Melissa, kontributor GNFI yang memerahputihkan kampusnya di Malaysia untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. penasaran bagaimana ceritanya? Hari Kemerdekaan Indonesia, apa sih yang ada di benak kita pada saat mendengar itu? Dulu yang ada di benak saya setiap tanggal 17 Agustus adalah di pinggir jalan kita akan melihat banyak orang menjual bendera merah putih dan akan diadakan lomba-lomba khas 17 Agustusan. Sekarang, setelah berada “cukup” jauh dari tanah air, saya merasakan hal yang jauh berbeda setiap tanggal 17 Agustus datang. Ya, sekarang saya sedang berada di Negara tetangga yaitu Malaysia untuk menuntut ilmu. Perbedaan yang nyata besarnya ketika saya masih ada di Indonesia dan pada saat saya berada di sini. saat 17 Agustus 2011 merupakan ketiga kalinya saya merayakan 17an di sini, tapi jujur tidak pernah sedikitpun terlintas dalam pikiran saya untuk melewatkannya. AUISS (APIIT/UCTI Indonesian Student Society), organisasi yang menaungi anak-anak Indonesia yang berada di kampus saya inilah yang berperan sebagai committee untuk pelaksanaan peringatan Hari Kemerdekaan. satu hal yang membuat saya sangat terharu, walaupun yang menjadi panitia hanya beberapa orang tapi pada saat persiapan hampir seluruh anak Indonesia yang ada di kampus ikut membantu. Ini membuktikan bahwa mereka tetap memiliki rasa nasionalisme walaupun tidak berada di tanah air. Dulu saya sempat sedih pada saat konflik Indonesia – Malaysia mulai memanas lagi dan merembet pada pertanyaan orang-orang tentang rasa nasionalisme kami anak Indonesia yang sedang berada di Malaysia. Tapi ya sudahlah, kami tidak perlu berteriak-teriak untuk membela diri, kami cukup dengan membuktikannya. Dan inilah salah satu pembuktian kami. Persiapan yang kami lakukan untuk merayakan Hari Kemerdekaan dimulai dari satu bulan sebelumnya, kami membentuk panitianya, mempersiapkan acara, mempersiapkan penampil-penampil yang akan tampil menampilkan kebudayaan Indonesia, dan satu bagian yang cukup berat di persiapkan adalah mempersiapkan konsep dekorasi untuk kampus kami. kenapa berat? karena kami harus menyulap kampus kami penuh dengan merah putih. FYI kami melakukan dekorasi dari malam sampai menjelang pagi. Sounds really great, doesn't it? Sama seperti tahun-tahun sebelumnya ada banyak tantangan yang muncul di persiapan acara ini, salah satunya adalah karena Hari Kemerdekaan kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan dan akhirnya kita memutuskan untuk mengadakan buka puasa bersama yang juga mengundang International Student lainnya dan pastinya menghidangkan makanan khas Indonesia. akhirnya, hari yang kami semua nantikan datang juga. Rabu, 17 Agustus 2011. Kami semua sangat menikmati acara yang kami susun untuk merayakan hari pembacaan proklamasi kemerdekaan Negara kami yang tercinta. Rasa haru menggelora dalam dada saat pemberian hormat untuk sang Saka Merah Putih yang dibawa oleh para teman yang bertugas menjadi pasukan pembawa merah putih. Rasa bangga muncul saat para penampil mempertunjukkan beberapa kebudayaan Indonesia di atas panggung untuk di perlihatkan kepada teman-teman kami yang berasal dari Negara lain. Rasa suka cita hadir dalam diri saat bisa kembali merasakan lomba-lomba khas 17 Agustus walaupun jauh dari tanah air, dan rasa senang datang saat kami bisa mencicipi makanan khas Indonesia lagi. teman - teman bisa lihat liputan peringatan hari kemerdekaan di kampus kami di http://www.youtube.com/watch?v=s5Jv52tE8K4&feature=channel_video_title tidak hanya itu perayaannya, Teman – teman saya yang punya sejuta ide kreatif di Cast Sound Industry juga membuat satu film pendek yang berjudul “SMALL ACT BIG IMPACT”. Sebuah film yang sederhana tapi mewakili perasaan yang kami punya sebagai generasi muda bangsa Indonesia yang sedang jauh di tanah rantau. Bukan hanya kami yang ada di kampus ini, di Negara ini tapi juga mungkin teman-teman lain yang juga sedang jauh dari tanah air. Ya, itulah sedikit yang bisa kami lakukan untuk tetap menjaga semangat nasionalisme kami. Sedikit, kecil, atau mungkin tidak seberapa dari apa yang dilakukan oleh para pahlawan – pahlawan yang sudah berjuang untuk memerdekakan Negara kita. Tapi setidaknya lewat kegiatan-kegiatan kecil seperti inilah kami tetap bisa menyimpan semangat itu di dalam diri kami. Semoga saja semangat nasionalisme ini tetap ada, tetap membara tidak hanya saat menjelang hari Kemerdekaan. Tapi di setiap desahan nafas sebagai generasi penerus bangsa. Bagaimana semangat nasionalisme mu hari ini kawan? written for Good News From Indonesia by Aldillah Melissa
Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Welcome, Vietnam Airlines

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

The Blue of the Birds

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Internationally-connected Medan

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Konser Keajaiban : Sound From the East

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Liverpool to Manado

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara