Siang itu salah satu televisi swasta sedang menyiarkan perbincangan dengan Jero Wacik, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata terkait dengan Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September lalu. Bapak menteri yang dengan lugas dan santai menyatakan jika Indonesia yang terkenal dan sangat mempunyai potensi dalam bidang budaya dan kepariwisataanya itu, sangat ingin memperkenalkan Indonesia kepada dunia Internasional tapi yang terpenting sasaran utamanya adalah warga Indonesia sendiri, karena sebenarnya “Masih banyak sekali warga Indonesia yang lebih sering berpariwisata ke negeri tentangga seperti Singapura dan Malaysia, padahal dengan pariwisata dalam negeri kita bisa memperkaya negeri kita sendiri.” sambung Jero Wacik. Bagaimana berpariwisata itu bisa memperkaya negeri sendiri? “siklus ekonomi kepariwisataan itu unik! Uang yang diberikan atau dibelanjakan oleh para turis domestik atau pun luar akan langsung sampai kepada tangan rakyat kita sendiri, tanpa harus melalui para pejabat daerah seperti bupati, lurah, camat dll. Dijamin minim korupsi!” ujar pak menteri, “uang yang kita belanjakan untuk membeli oleh-oleh atau souvenir akan secara tidak langsung memperkaya warga Indonesia sendiri, hal itu yang sering luput dari warga Indonesia yang justru banyak lebih memilih berbelanja di Singapura” lanjut Jero Wacik. Indonesia memiliki potensi yang sangat tinggi di bidang kebudayaan dan pariwisata, mulai dari objeknya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, kebudayaannya yang tentunya sangat beragam, orang-orangnya yang terkenal ramah dan murah senyum, ongkosnya yang lebih murah, kulinernya yang beraneka ragam dan kaya akan rasa dan masih banyak lagi. Oleh karena itu perlunya orang Indonesia untuk lebih bisa “mengenal” negerinya sendiri yang dengan sendirinya akan timbul kecintaan pada Indonesia. Pak Menteri pun berujar sedang gencar mempromosikan Raja Ampat dan Lombok dan daerah lainnya, jadi orang luar tidak hanya tahu wisata Indonesia yang identik dengan Bali saja. Jadi, kenali negerimu dan cintai negerimu.   Written for Good News From Indonesia by Muhammad Q Rusydan

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu