Ketika saya ceritakan kepada teman-teman saya di Jakarta tentang kemungkinan Indonesia akan menjadi macan baru di dunia otomotif Asia, hampir semua menjawab secara skeptis, umumnya dengan satu alasan: Jakarta akan tambah macet.

Apa mau dikata, suka tidak suka, Indonesia sedang on-track menuju regional automotive hub di Asia Tenggara, dan menjadi salah satu negara dengan produksi mobil terbesar di dunia. Bisa kah? Pertama kali yang harus dilakukan adalah melewati Thailand, yang saat ini masih memuncaki klasemen di Asia Tenggara.

Kalau melihat angka-angka yang ditulis di The Jakarta Globe berikut ini, sangat mungkin Indonesia akan melampaui Thailand dalam 5-10 tahun ke depan, dari 2 sisi sekaligus.




Dari sisi market, tentu saja Indonesia berada dalam posisi yang lebih menguntungkan, selain karena populasi yang jauh lebih besar (lebih dari 3x populasi Thailand), pertumbuhan kelas menengah di Indonesia juga lebih cepat dari Thailand, disamping tentu saja pertumbuhan ekonomi Indonesia juga lebih tinggi dibanding Thailand. Mari kita lihat perbandingan ini:

Tahun 2010, produksi mobil Indonesia 650 ribu unit, dan penjualan 764 ribu, sementara produksi mobil Thailand 1.6 juta dan penjualan 800 ribu. Cukup berat? Tunggu dulu, dari Januari-Juli 2011, penjualan mobil di Indonesia 506 ribu, dan produksi mencapai 468 ribu, dan ternyata penjualan mobil di Thailand 504 ribu, sementara produksi mobil mencapai 994 ribu. Terlihat bahwa dari sisi sales, Indonesia mulai meninggalkan Indonesia. Bahkan, penjualan mobil di bulan September 2011 naik 65% YoY.

Optimisme bahwa baik penjualan maupun produksi mobil di Indonesia akan melampaui Thailand pada 2013 dan 2015 adalah tentu saja daya beli masyarakat yang makin besar, makin banyaknya produsen-produsen otomotif dunia yang  akan membuka pabriknya di Indonesia, dan tentu saja insentif-insentif yang ditawarkan juga lebih menarik dibandingkan tawaran dari Thailand. BMW, Nissan, Toyota, Daihatsu, Peugeot, Geely, Suzuki, GM, sudah menyatakan akan membangun kembali kekuatannya di Indonesia.

Indonesia tentu saja harus siap, kalau tidak, momentum ini akan hilang.

 

Written for Good News From Indonesia by Akhyari Hananto

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu