Lupa Sandi?

Merah Putih di Utara London

mrusydan
mrusydan
0 Komentar
Merah Putih di Utara London
Beberapa waktu lalu Indonesia sempat mengirimkan pemain mudanya untuk melawat ke salah satu tim junior dari klub besar asal Liga Inggris, Arsenal. Dipelopori oleh Tunas Garuda, akhirnya para pemuda itu pun melawat ke London, meski sempat kalah 2-1 oleh para pemain Arsenal U-17, Tunas Garuda berhasil menang 1-3 saat berhadapan dengan Arsenal U-15. Kemenangan dan permainan apik garuda muda itu tidak sampai disitu. Kiper Rangga Pratama, gelandang Dani Raharjanto dan striker Nazarul Fahmi terpilih untuk bergabung dengan tim Arsenal School Development untuk melawan Wycombe Wanderers dan Brigton & Hove Albion, Jumat (28/10) di The Grove Stadium, London. Ketiga pemain itu tak aya terkejut ketika mereka terpilih untuk bergabung dengan Arsenal School Development. Ternyata selama ujicoba yang dijalani Tunas Garuda para pelatih Arsenal melakukan pemantauan dan meminta pendapat dari tim pelatih Tunas Garuda mengenai siapa saja yang pantas masuk dalam tim Arsenal. Setelah pelatih merekomendasikan beberapa nama maka terpilihlah ketiga pemain itu. Bukan hanya permainan apik yang diperagakan oleh para Tunas Garuda tapi juga performa yang luar biasa, pasalnya dalam dua uji coba melawan tim Arsenal pujian tak hanya diberikan oleh pelatih tapi juga penonton yang menyaksikan laga tersebut di Market Road, London. Dengan masuknya mereka dalam tim Arsenal School Development semakin membukakan pintu lebar untuk masuk ke dalam tim Akademi Arsenal, para pemain menyatakan kesiapannya jika memang bisa lolos masuk tim Akademi Arsenal.   Source: Soccer, Arsenal.com (picture) Translated and re-written for Good News From Indonesia by Muhammad Q Rusydan  

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG MRUSYDAN

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata