By Akhyari Hananto

Saya adalah seorang penggemar berat dunia penerbangan. Saya paling senang mengamati berbagai hal berbau pesawat komersial, immigration checkpoint, bandara, dan maskapai-maskapai. Meski kita masih sering mendengar insiden-insiden di dunia penerbangan kita, tak pelak harus kita akui, dunia penerbangan Indonesia sedang booming luar biasa.

Setelah melalui masa-masa sulit, maskapai-maskapai Indonesia mulai bergerak dengan cepat menambah pesawat-pesawat terbaru, dan menambah rute. Lion Air yang barusan menandatangani pembelian 230 pesawat baru Boeing 737 Max (dan akan menambang 130 unit lagi), adalah berita besar di Indonesia, bahkan dunia. Berita itu sampai-sampai harus membuat Airbus (pesaing utama Boeing) menuduh bahwa tekanan politik lah yang membuat Lion membeli pesawat Boeing sebegitu banyak.

Selain itu, Lion juga sedang benar-benar bersiap membangun maskapai baru (setelah Lion Air dan Wings), yakni Space Jet, maskapai full service sekelas Garuda Indonesia. Selain Space Jet, ada juga maskapai baru yang akan mulai mengudara pertengahan Januari 2012, yakni Pacific Royale yang juga bermain di kelas premium. Kelas premium nantinya akan bertarung 3 pemain, yang satu adalah Garuda Indonesia, pemain lama, Space Jet, pemain baru tapi lama, dan Pacific Royale, pemain baru. Kita lihat bagaimana mereka membagi kue pasar penumpang di kelas premium.

Bagaimana dengan kelas medium? Rasanya, permainan akan kurang seru. Tercatat hanya Sriwijaya Air yang bermain di kelas ini, tanpa ada lawan. Sriwijaya mulai menambahkan kelas bisnis di pesawat2nya, dan bahkan akan mendatangkan paling tidak 20 Boeing 737-800 NG untuk bermain di kelas premium.

Kelas budget? Lion, tentu masih menjadi raja di kelas ini. Lalu ada Batavia Air, lalu ada Indonesia Air Asia, dan kalau jadi, Mandala Air akan mengudara lagi dengan nafas Tiger Airways, dan Merpati juga masih mempunyai penumpang loyal terutama di Indonesia timur. Jangan lupa, pesawat-pesawat baru Citilink akan mulai berdatangan di langit Indonesia tahun depan. Saya ingin juga memasukkan Sky Aviation dengan pesawat Sukhoi Superjet 100-nya, yang diperkirakan akan mulai berdatangan.

Tentu kita berharap agar semakin banyaknya pemain di dunia penerbangan kita, diiringi dengan perbaikan layanan, dan kualitas keamanan. Jangan salah, kita pun bisa berekspansi ke luar batas-batas negara kita, kalau kita sudah semakin baik. Jetstar dan Air Asia adalah 2 contoh bagaimana layanan dan safety menjadikan mereka raja di Asia Tenggara..hingga saat ini. Dan kue pasar mereka masih begitu besar..

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu