Lupa Sandi?

Surga di bawah sana..

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Surga di bawah sana..
Surga di bawah sana..

Lahir dan dibesarkan di provinsi yang tidak mempunyai laut membuat saya tidak mengetahui betapa indahnya karunia Tuhan untuk Wakatobi. Seumur umur, kata Wakatobi ini hanya saya ingat dalam pelajaran Geografi. Tidak pernah terbesit bayangan bahwa suatu saat saya akan dapat menginjakkan kaki di salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara ini. Kedatangan saya bersama teman teman tidak lain dan tidak bukan dalam rangka program Pertukaran Pemuda Indonesia Australia pada awal tahun 2011.

Saya baru tahu bahwasanya nama Wakatobi sendiri adalah gabungan dari pulau pulau besar di kabupaten tersebut yakni Wangi-wangi[WA], Kaledupa[KA], Tomia[TO] dan Binongko[BI]. Selain itu, wakatobi seringkali disebut dengan kepulauan tukang besi karena Wakatobi adalah penghasil pengrajin besi yang masih bekerja secara tradisional. Unik bukan?

Salah satu objek wisata unggulan di Wakatobi adalah wisata bahari. Wakatobi terdiri dari 97% lautan, maka tidak dapat dipungkiri lagi keindahan bawah laut Wakatobi sudah sangat terkenal tidak hanya di dalam negeri tetapi hingga mancanegara. Dikatakan juga bahwa wakatobi merupakan salah satu tempat dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Di Wakatobi sendiri terdapat sekitar 90an lokasi dive spot.

Salah satu tempat favorit untuk melakukan snorkeling/diving di pulau wangi wangi (atau disebut juga wanci) adalah pantai waha. Pantai ini dapat dicapai dengan mudah dari wanci menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum(angkot). Jarak tempuhnya sekitar 30 menit dari pusat kota  Wanci. Pantai waha yang sangat terjaga kebersihannya ini dinisiasi pada akhir tahun 2009 serta dikelola oleh Waha Tourism Community (WTC) atas dukungan COREMAP dan pemerintah kabupaten Wakatobi. Tidak tanggung tanggung mereka juga mengadakan kegiatan penyuluhan ke masyarakat serta menanggulangi jika adanya terumbu karang yang rusak.

Baca Juga

 Pihak pengelola pantai waha juga menyediakan tenaga pengajar yang akan siaga mengajari kita. Jika anda tidak membawa peralatan snorkeling, anda cukup morogoh kocek sebesar Rp.40.000 maka anda dapat menyewa peralatan snorkeling selama satu jam beserta pelatih anda.

Di pantai ini jugalah saya pertama kali snorkeling. Setibanya disana, saya terkesima oleh keindahan laut serta kegembiraan anak anak kecil wakatobi. Kehidupan anak anak wakatobi sangat dekat dengan laut. Tidak heran karena disinilah suku pengembara lautan yang lebih dikenal dengan suku bajo berasal. Anda dapat menjumpai anak anak kecil usia sekolah dasar dapat berenang hingga menyelam ke dalam laut tanpa bantuan alat apapun. Mereka juga memiliki kemampuan menahan napas yang panjang. Sepertinya bakat perenang sejati telah ada sejak mereka lahir.


Pantai Waha

Di pantai waha tersebut, saya tertarik dengan salah satu kacamata renang yang dipakai anak anak tersebut. Namanya Mata Mata. Rupanya itu mereka buat sendiri dengan hanya menggunakan kayu jati serta kaca tipis dan bekas. Adapun karetnya berasal dari ban dalam sepeda. Biasanya dibuat oleh bapaknya untuk melaut tetapi akhirnya dipinjam oleh anaknya. Sangat kreatif sekali!

Ohya pihak pengelola pantai waha pun menyediakan jasa pemotretan di dalam air seharga Rp.100.000/lembar. Jika anda memiliki momen khusus untuk dirayakan, mereka juga bisa mengaturnya untuk anda. Contohnya surprise party untuk acara ulang tahun di bawah air. Rupanya para pengelola di pantai waha ini juga pernah terlibat dalam aksi upacara bendera di hari kemerdekaan dan dilaksanakan di bawah air. Sungguh luar biasa.

 Saya termasuk orang yang beruntung dapat merayakan ulang tahun ke 23 di pantai waha. Sebuah surprise party dari teman teman terkasih setelah berenang di pantai yang indah adalah kado teristimewa yang tak dapat dibayangkan. Disediakan juga beberapa makanan khas wakatobi sebagai hidangan pesta ulang tahun saya.

Lokasi terkenal lainnya untuk melakukan diving adalah Wakatobi Dive Resort yang merupakan resort mewah milik orang asing yang berada di pulau Tomia. Jika ingin yang lebih ekonomis, maka kunjungilah pulau Hoga yang berdekatan dengan pulau Kaledupa. Spot diving yang bagus ditandai dengan balon merah untuk memudahkan para penyelam mencari lokasi. Di pulau ini mereka menyediakan bungalow untuk disewakan sebagai akomodasi. Rata rata pemilik Bungalow ini adalah penduduk pulau Kaledupa setempat. Selain itu, Pulau hoga juga merupakan kawasan penelitian terumbu karang.  Seperti yang dituturkan Yamin, salah seorang penduduk lokal yang bekerja sebagai penerjemah warga asing yang mengatakan bahwa rata rata kliennya puas dan senang akan terumbu karang yang ada di pulau Hoga. Selain itu, di pulau hoga juga terkenal dengan kejernihan air lautnya sehingga memudahkan mereka menyaksikan langsung keindahan bawah laut Wakatobi. Sedangkan menurut yayan, salah seorang remaja putrid di Wakatobi dia merekomendasikan pulau hoga sebagai pantai terbaik karena suasana serta kealamian pulau tersebut.

Tetapi bagaimana jika anda bukan pecinta olahraga air? jangan khawatir karena pasir putih serta birunya laut wakatobi akan tetap mempesona. Lewatkan hari anda bermain di pantai, menikmati sunset wakatobi, bercengkrama dengan penduduk lokal yang sangat ramah dan jangan lupa menikmati sajian makanan khas wakatobi yang rata rata merupakn olahan laut(seafood). Seringkali ikan yang saya santap adalah yang hanya dapat dijumpai di Wakatobi atau sekitar pulau Sulawesi. Contohnya adalah ikan parende yang biasanya selalu dimasak menjadi berkuah. Ikan disini juga tidak berbau amis dan dagingya putih. Anda juga dapat menjumpai masyarakat yang memanggang ikan di tepi pantai pada sore hari dengan menggunakan alat seadanya. Tentunya rasanya nikmat dan segar sekali diolah dengan aneka bumbu tradisional.

Ayo mari jadikan Wakatobi sebagai destinasi tujuan wisata anda berikutnya.

How to Get There

Untuk mencapai Wakatobi, anda dapat menggunakan dua cara:

  1. Pesawat

Pastikan anda membeli tiket menuju provinsi Kendari dari Jakarta atau provinsi lainnya. Setelah itu anda dapat membeli connecting flight dari Kendari menuju Wakatobi menggunakan maskapai Merpati(Kamis & Sabtu) dan Express(Rabu) dengan kisaran harga 400rb rupiah. Atau jika anda bertolak dari Makasar, anda dapat transit terlebih dahulu di Bau-Bau ataupun Kendari.

  1. Kapal Laut

Dari kendari juga kita dapat bertolak menuju Wakatobi menggunakan kapal laut dengan memakan waktu 8-9 jam perjalanan dengan biaya Rp.130.000. Kapal laut ini adalah kapal yang cukup besar yang juga digunakan untuk mengangkut barang. Ada dua jenis kapal yang beroperasi yakni Aksar (setiap Senin & Sabtu) serta Agil (setiap Selasa & Kamis).

*Dapatkan buku panduan tentang wakatobi serta kisah perjalanan lainnya yang tak kalah menarik di blog http://len-diary.blogspot.com

Oleh : Lenny

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

Artikel Terkait

Indonesia's dream. Taking off

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Lion Air: Beyond Border

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu

Back to Brisbane

Akhyari Hananto5 tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara