Lupa Sandi?
/ MSN

"Tidak Terlalu Jelek.."

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah

Baru baru ini Bank Dunia, The World Bank mengeluarkan laporannya tentang kondisi perekonomian Indonesia; dan disebutkan bahwa meskipun kondisi eksternal, perekonomian global masih dihantui ketidak pastian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 masih mencapai 6.2%, turun sedikit dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 6.5%. Bank Dunia meramalkan pertumbuhan ekonomi negeri ini tahun 2013 ini masih bisa bertahan di angka 6.2% dan akan naik menjadi 6.5% di tahun 2014, dan konsumsi dalam negeri yang terus meningkat menjadi salah satu kontributor naiknya pertumbuhan ekonomi itu. . Meskipun demikian Bank Dunia mengingatkan bahwa Indonesia harus bisa mampu mempertahankan pencapaian ekonomi ini mengingat ketidak pastian kondisi ekonomi dunia nampaknya belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Ketidak pastian itu bisa dilihat pada kondisi perekonomian Negara-negara mitra dagang Indonesia; misalkan perekonomian Jepang dan Amerika yang masih belum sembuh dari krisis; dan resesi masih akan terjadi di Negara-negara Eropa atau Negara Negara yang termasuk di kawasan Euro. Kecuali China yang pertumbuhan ekonomi masih kuat.

Meskipun cara pandang melihat angka kemiskinan pihak pemerintah dan pihak yang kritis terhadap pemerintah berbeda (apalagi mendekati Pemilu 2014); tapi pihak Bank Dunia mencatat bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia terus turun mencapai 11.7% pada bulan September 2012 dari 12.5% di tahun 2011. Namun demikian Bank Dunia mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia perlu berjuang keras untuk menurunkan target angka kemiskinan; karena masih banyak penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan.

Bank Dunia juga mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia adalah merupakan hal yang wajib di lakukan kalau Indonesia ingin terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja ekonominya. Namun harus diakui bahwa membangun infrastruktur seperti bandara, pelabuhan, kelistrikan, sarana air bersih, transportasi, jalan-jalan dsb tidaklah mudah dilakukan di Indonesia mengingat negeri ini adalah negeri kepulauan yang besar; memilki sekitar 17,000 pulau. Bagi Negara-negara lain yang tidak kepulauan apalagi ukurannya kecil maka tentu membangun infrastruktur itu tidaklah terlalu sulit. Hanya saja memang factor seperti ini tidak boleh dipakai sebagai alas an. Kalau pemerintah Indonesia focus dan efisien mengelola anggaran negaranya; maka bukan hal yang tidak mungkin Infrastruktur itu bisa dilakukan; dan hanya ada satu kata solusinya “kerja keras”.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa di berbagai daerah di Indonesia masih banyak orang miskin, banyak anak-anak yang berjalan jauh dari rumah untuk menuju sekolah, banyak sekolah yang masih rusak malahan akan roboh; kondisi jalan yang berlubang, tingkat kesehatan yang masih belum baik dsb dsb; dan banyak lagi kalau di buat daftar hal-hal yang jelek di negeri ini. Akan tetapi harus diiingat bahwa kondisi ekonomi Indonesia dari pandangan orang luar dalam hal ini Bank Dunia; ternyata tidak terlalu jelek. Walaupun di tengah-tengah krisis ekonomi dan keuangan global, perekonomian Indonesia masih baik.

Dan pertarungan kepentingan politik merebut kekuasaan di negeri ini pada tahun 2014 nanti tidak boleh menjadi factor penghambat kemajuan ekonomi yang sudah berjalan ini. Para petarung politik harus mengutamakan kepentingan nasional disbanding untuk kepentingan jangka pendek pribadi maupun golongan. Kebanggaan menjadi bangsa Indonesia dengan berbagai kemajuan dan kelemahannya tidak boleh dihancurkan oleh kepentingan – kepentingan sesaat.

  Alumni University of London, UK; Universitas Airlangga Surabaya Dan dosen pada STIE PERBANAS Surabaya.
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Sumenep, Mistis di Ujung Madura

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Antara Manusia, Silat, dan Sang Harimau

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Produsen Udang Terbesar Kedua di Dunia

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Ilmuwan Indonesia dan Katak Misterius dari Sulawesi

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Berjaya di Amerika

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Si Kuat yang Akhirnya Merapat

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata