Lupa Sandi?
/ MSN

Mobil-mobil Futuristis Karya Anak Negeri Berlaga

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Mobil-mobil Futuristis Karya Anak Negeri Berlaga
Sebanyak 23 kendaraan futuristik dan hemat energi rancangan para mahasiswa Indonesia dari 18 perguruan tinggi hadir di Luneta Park, Manila sejak Rabu (25/2) untuk berkompetisi dengan lebih dari 16 negara di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Australia. Kendaraan-kendaraan inovatif tersebut yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, warna dan ukuran merupakan cerminan dari kreativitas dan keterampilan teknis mahasiswa. Tim Mesin Polnep Diesel dari Politeknik Negeri Pontianak, Indonesia menampilkan kendaraan UrbanConcept Diesel besutan mereka yang di-desain menyerupai amfibi, yaitu hewan yang mampu beradaptasi di lingkungan berbeda-beda. Sedangkan Batavia Generation Team dari Universitas Negeri Jakarta yang mengusung kendaraan kategori prototype membuat piston yang dirancang khusus yang akan menghasilkan pembakaran bahan bakar dengan udara terjadi sempurna. “Kami juga fokus pada kompresi ruang bakar yang dibuat lebih tinggi hasil dari ‘customized piston’ yang membuat tenaga kendaraan akan lebih tinggi,” kata Manajer Tim UNJ Raden Engineu Dwi Utomo Adidalam rilisnya, Senin (2/3). Colin Chin, Technical Advisor Shell Eco-marathon Asia menambahkan, prestasi tim mahasiswa dari Indonesia sejak SEMA 2010, terlihat selalu mengalami peningkatan baik dari segi desain, performance, hingga penggunaan efisiensi bahan bakar kendaraan. “Setiap tahunnya selalu ada tim dari Indonesia yang berhasil menjadi juara, khususnya untuk kategori UrbanConcept,” ujarnya. Dalam kompetisi Shell Eco-marathon semua kendaraan harus melewati serangkaian tes teknis sebelum mereka diizinkan masuk ke sirkuit kompetisi untuk melihat seberapa jauh kendaraan tersebut bisa melajudengan menggunakan bahan bakar paling sedikit, dan berpotensi mencapai jarak tempuh terjauh dalam kompetisi. Hingga saat ini, lebih dari 20 tim mahasiswa Indonesia sudah lolos mengikuti serangkaian tek teknis dan siap melaju di sirkuit kompetisi. Selain penghargaan untuk prestasi di trek, mahasiswa juga berkompetisi untuk mendapatkan enam penghargaan Off-Track yang menguji kreativitas dan keterampilan teknis tim, serta pendekatan mereka untuk keselamatan dan sustainability. Penghargaan ini adalah dalam kategori berikut: Keselamatan, Komunikasi, Desain Kendaraan, Inovasi Teknis, Ketekunan,Spirit of the Event, dan Shell Helix Tribology Award. Shell Helix Tribology Award adalah penghargaan kepada tim yang mampu mendemonstrasikan prinsip kerja pelumas mesin yang berdampak pada peningkatan hasil efisiensi bahan bakar dari kendaraan. (source : Republika.co.id)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

Sumenep, Mistis di Ujung Madura

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Antara Manusia, Silat, dan Sang Harimau

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Produsen Udang Terbesar Kedua di Dunia

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu

Ilmuwan Indonesia dan Katak Misterius dari Sulawesi

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Berjaya di Amerika

Farah Fitriani Faruq3 tahun yang lalu

Si Kuat yang Akhirnya Merapat

Akhyari Hananto3 tahun yang lalu
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas