Lupa Sandi?
Java Jazz Single

8 Makanan Unik Khas Nusantara

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
8 Makanan Unik Khas Nusantara
8 Makanan Unik Khas Nusantara
INDONESIA memang tiada duanya soal kuliner. Mungkin tak ada sebuah negara dengan variasi kuliner begiiiiiiitu beragam seperti di Indonesia. Hampir setiap tempat di Indonesia punya kuliner dan jajanan yang khas yang biasanya lebih dari satu. Jajanan-jajanan seperti klepon, gethuk, rengginan, adalah jajanan khas kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Jawa Barat sendiri...tak terhitung jumlah. Makanan dan jajanan khas Surabaya, akan berbeda dengan Sidoarjo yang letaknya berdampingan, pun dengan Gresik yang juga berdampingan. Jogja dan Solo punya makanan dan jajanan khas, Lombok dan Bali yang dekat pun..amat berbeda kulinernya. Keanekaragaman masakan dan jajanan Indonesia tak lepas dari dua hal, keragaman budaya, dan juga keragaman bahan dan bumbunya. Keduanya adalah DNA Indonesia yang begitu diversed. Dan yang lebih penting, orang Indonesia amat pandai mengolahnya hingga menjadi makanan sedaaaap. Setuju?
Nah, bukan hanya makanan lezat yang dikreasikan, juga makanan-makanan unik dan kadang "aneh". Sekali lagi, inilah cerminan dari betapa beragamnya negeri ini.
 Berikut beberapa di antara yang dimiliki Indonesia, seperti dipaparkan Arie Parikesit, pemerhati kuliner Indonesia, seperti yang dikutip dari Okezone.com ini: Kawok
Kawok, kuliner ekstrim dari Manado (foto : www.flickr.com)

Kawok atau tikus hutan, makanan ini disajikan di daerah Sulawesi Utara, tepatnya Kawanua, Manado. Kawok biasanya hidup di hutan dan makan rumput. Di Manado, kawok biasanya dipanggang atau dibuat makanan pedas, seperti rica-rica. Tekstur dagingnya mirip daging kalkun. Kapurung
Kapurung (foto : food.detik.com)

Kapurung semacam bubur sagu, tapi berbentuk bulat, dengan tambahan sayuran dan seafood, seperti udang, cumi, kerang, ikan tongkol dan ikan tuna. Hidangan ini memakai asam papikala, yang mirip honje atau kecombrang. Makanan asal Makasar ini tidak perlu disantap memakai nasi karena kadar karbohidratnya sudah didapatkan dari kapurung. Bulung
Bulung (foto by nutrisiuntukbangsa.org)

Bulung merupakan rumput laut yang kandungan gizinya sangat baik, bahkan sering kali dimanfaatkan sebagai produk kecantikan. Makanan ini bisa dijumpai di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali, biasanya dibuat salad, diberi kuah pindang, ataupun diberi taburan kelapa dan kacang-kacangan. Teksturnya renyah yang berasal dari rumput laut. Ketupat babanci

Sayur Babanci dan Ketupatnya (foto from ink361.com)

Makanan ini sering dijumpai di Jakarta karena merupakan khas Betawi. Bahannya dari kepala sapi; dagingnya diambil lalu dimasak dengan kuah santan dan aneka rempah lokal. Salah satu rempah yang dipakai adalah temu mangga yang berwarna kuning dan berbentuk rimpang. Dinamakan temu mangga karena aromanya mirip mangga. Makanan ini semacam gulai, tidak ketinggalan diberikan kelapa muda serut dan biasanya dimakan dengan ketupat. Telur tebu

Telur Tebu (foto by orkidnrose.blogspot.com)

Telur tebu merupakan makanan khas Betawi. Tampilannya semacam lodeh, yang biasanya dihantarakan kepada calon besan atau mertua dan dipakai sebagai kelengkapan melamar, selain dodol dan roti buaya. Kini, telur tebu sulit dicari. Sayur asem rotan muda Makanan ini bisa ditemukan di daerah Banjarmasin, diolah benar-benar dari rotan, tetapi rotan muda. Rasanya mirip rebung, teksturnya sangat renyah ketika dimakan, lalu dimasak bersama sayur asem. Botok tawon
Botok Tawon (foto by arumsekartaji.wordpress.com)

Makanan ini bisa dijumpai di Pulau Jawa, yang dibuat dari sarang tawon masih muda, dan dimasak dengan memakai berbagai bumbu. Kemudian, dibungkus dengan daun pisang dan direbus seperti botok. Ampiang dadiah
Ampiang dadiah dibuat dari susu kerbau yang dikoagolasi dan diberikan asam dari jeruk nipis. Ini semacam yogurt lalu dimakan dengan ampiang seperti sereal dan diberi gula merah. Jadi, semacam makan yogurt, tapi ini ala Sumatera Barat. (sumber : okezone.com)

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara