Lupa Sandi?

Mengapa Membaca karya sastra Indonesia ?

trina tri nawangsih
trina tri nawangsih
0 Komentar
Mengapa Membaca karya sastra Indonesia ?
Mengapa Membaca karya sastra Indonesia ?
Saya teringat masa kecil. Kala itu saya suka sekali membaca buku cerita. Kebetulan koleksi perpustakaan sekolah cukup lengkap. Juga buku-buku pelajaran bahasa Indonesia saat itu berisi tentang penggalan cerita karya sastra baik dari jaman kuno hingga angkatan sastrawan yang terbaru.?Mulai dari cerita legenda di tiap daerah seperti kisah Roro Jonggrang, legenda Tangkuban Perahu, Danau Toba dan Pulau Samosir dan sebagainya. Dari persewaan buku dekat rumah pun saya mendapatkan hiburan tersendiri dengan menyewa buku atau majalah anak-anak seperti BOBO, Ananda dan lain-lain.
buku-buku karya NH Dini buku-buku karya NH Dini

Buku favorit saya kala itu adalah karangan NH Dini. Saya sangat menyukai gaya bahasanya yang sederhana namun mampu menyuguhkan cerita menarik tentang kehidupan sehari-hari. Ada pula buku karangan Arswendo yang berjudul Keluarga Cemara yang juga saya baca. Semuanya meninggalkan kesan mendalam pada kehidupan masa kecil saya. Bagi anak-anak seperti saya, tentu sangat terhibur dengan cerita-cerita tersebut. Apalagi kisah-kisah tersebut diceritakan dengan gaya bahasa yang sangat sederhana dan mengandung nilai moral. Saya bersyukur, sejak kecil keluarga saya telah membiasakan saya dengan buku cerita. Nenek saya terutama yang gemar bercerita ketika saya belum bisa membaca, dan ketika saya mulai sekolah serta belajar membaca, beliau tak segan memberi uang jajan lebih agar saya dapat menyewa buku. Kini setelah dewasa, saya menyadari manfaat dari membaca karya sastra tersebut. Sebagaimana yang disebutkan oleh Ian Konjo dalam blognya ( jaririndu.blogspot.com ) bahwa melalui karya sastra kita dapat belajar banyak hal, tentang realitas sosial, politik dan budaya yang dibingkai oleh moral dan estetika. Kita dapat belajar banyak hal yang terjadi pada jaman saat cerita itu ditulis. kepiawaian penulislah yang membuat kita mampu seolah hadir di jaman itu. Sastra dapat memperhalus jiwa karena hanya dengan kepekaan hati, makna dari sebuah puisi atau cerita dapat memberikan pengaruh dalam keseharian kita. Apalagi bila dalam cerita tersebut terdapat sebuah teladan yang dapat kita ambil sebagai panutan. Hal tersebut akan memberikan motivasi kepada para pembacanya untuk berpikir, melihat ke dalam diri lalu mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan dan partisipasi dalam pembangunan negeri ini. Seandainya para guru pengajar Bahasa Indonesia menyadari hal ini, saya yakin mereka akan dapat menumbuhkan minat baca karya sastra pada anak-anak. Yang pada akhirnya hal ini akan membantu pembentukan karakter mereka hingga dewasa. Lewat cerita dan teladan dalam kisah karya sastra tersebut mereka dapat belajar untuk menjadi calon pemimpin yang akan membawa bangsa Indonesia kembali jaya di mata dunia. Semoga. Tri Nawangsih/Pena Nusantara

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG TRINA TRI NAWANGSIH

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata