Tim Ethersound Ganeca dari STEI ITB sukses menyabet juara 1, “Smart Info-media System (SIS) Award”, pada 18th LSI Design Contest, 13 Maret 2015, di Okinawa, Jepang. Pada babak final yang diselenggarakan di 50th Anniversary Memorial Hall Department of Computer Science, University of the Ryukyus, Tim Ethersound Ganeca berhasil mengalahkan 11 finalis lain. Tim yang terdiri dari Bagus Hanindhito, Hafez Hogantara, dan Annisa Istiqomah Arrahmah mengajukan desain berjudul “Ultrasonic Sensor Based Contactless Theremin Using Pipeline CORDIC as Tone Generator in FPGA”. Theremin adalah instrument musik elektronik yang dapat dimainkan tanpa harus menyentuhnya. Instrumen ini pada dasarnya memanfaatkan dua antenna dalam mendeteksi posisi relatif tangan untuk mengendalikan frekuensi dan amplituda. Tim Ethersound Ganeca mengajukan ide mengganti antenna dengan sensor ultrasonic untuk deteksi posisi tangan dan CORDIC (COordinate Rotation DIgital Computer) sebagai metode pembangkitan tone. Desain tersebut diimplementasikan pada board FPGA dan dapat bekerja dengan baik sehingga berhasil memukau tim juri dan peserta lain.
Tim Ethersound Ganeca Juara 1 SIS Award Tim Ethersound Ganeca Juara 1 SIS Award

Finalis lain dari STEI ITB, Tim Sangkuring, juga berhasil meraih penghargaan “Fighting Spirit Award” atas desainnya yang berjudul “Design and Implementation of CORDIC Algorithm in All-Digital FM Modulator-Demodulator”. Tim yang terdiri dari Antonius Perdana Renardy, Ashbir Aviat Fadila, Naufal Shidqi berhasil membuat sistem FM (Frequency Modulation) digital berbasis CORDIC. FM adalah proses pengubahan frekuensi suatu gelombang pembawa sehingga mampu membawa suatu informasi. FM ini banyak digunakan pada penyiaran musik atau suara, sistem radio dua arah, radar, dan lain-lain. Pada presentasinya, Tim Sangkuriang mendemokan karyanya dengan mengirimkan suatu musik dan menerima kembali musik yang sama melalui board FPGA.
Tim Sangkuriang Figting Spirit Award Tim Sangkuriang Figting Spirit Award

LSI Design Contest adalah kontes desain chip tahunan yang diselenggarakan oleh University of the Ryukyus, Jepang dan diikuti oleh peserta perwakilan universitas di Asia. Tantangan tahun ini yaitu bagaimana mendesain hardware untuk perhitungan fungsi trigonometric dan membuat aplikasinya. Dari 80 lebih desain yang masuk, terpilih 12 tim yang melaju ke babak final. Indonesia mengirimkan dua wakilnya, begitu juga dengan Vietnam, sedangkan sisanya berasal dari Jepang.
Tim Indonesia dan Panitia LSI Contest 2015 Tim Indonesia dan Panitia LSI Contest 2015

Tim STEI ITB adalah mahasiswa S1 peserta kuliah EL-4138 Perancangan Sistem VLSI yang dibimbing oleh Trio Adiono, Ph.D dan Nur Ahmadi, M.Eng. Tim STEI ITB yang notabene masih S1 mampu bersaing dan mengalahkan tim S2 dari Chiba University di peringkat kedua. Sebagai tim juri adalah professor dari University of the Ryukyus, Tokyo University, Osaka University dan perwakilan perusahaan seperti Synopsys, Gigafirm, Electronic Device Industry News. Juara 1 dipilih berdasarkan kriteria Academic Excellence, Industrial Applicable, dan New Innovation, serta berhak mendapat penghargaan dari Smart Info-media System (SIS) yang merupakan salah satu society dari asosiasi terbesar bidang elektronika dan ICT di Jepang, IEICE. sumber: press release & dokumentasi yang dikirim oleh Nur Ahmadi

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu