Akhyari Hananto Siapa sangka, relief bangunan warisan peradaban dunia di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini menorehkan kisah tentang jamu. Hal yang sama sekali tak kita ketahui sebelumnya. Sejumlah relief di dinding Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 masa pemerintahan Dinasti Syailendra, menunjukkan adanya dua panel relief yang diterjemahkan sebagai gambaran orang sedang membuat jamu. Hal yang umum telah diketahui bahwa, relief Candi Borobudur menggambarkan tentang sejarah kehidupan Sidharta Gautama hingga mencapai kesempurnaan sebagai Sang Buddha dengan berbagai ajaran kebudhaan dan ajaran kemanusiaan yang universal lainnya. Satu relief tentang orang membuat jamu di panel 19 relief Karmawibangga, yang letakknya di dinding dasar candi bagian tenggara. Relief yang antara lain menggambarkan orang sedang menumbuk dengan alat itu, bercerita tentang ungkapan syukur atas kesembuhan seseorang dari sakitnya. Ini menunjukkan fakta tak terbantahkan, jamu warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Satu relief tentang jamu lainnya di Candi Borobudur ditunjukkannya terletak di pojok lorong pertama, sisi utara, dinding utama bawah, tepatnya di dekat relief kapal. Relief itu, menggambarkan seorang perempuan memegang batu giling atau pipisan dengan di atasnya berupa relief rumah panggung. Sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia, tradisi budaya jamu memang penting untuk dilestarikan dari generasi ke generasi. Tentu pada masa lalu belum ada jamu gendong sebagaimana telah menyebar di berbagai kota pada zaman sekarang, menjadi aktivitas perekonomian untuk tujuan kesehatan tubuh, dengan sajian baik yang masih secara racikan tradisional maupun dalam bentuk seduhan.   ___ Sumber : Antara  

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu