Lupa Sandi?
/ Tren

Memenangkan Asia Tenggara

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Memenangkan Asia Tenggara
by Hadi Widianto Negara-negara ASEAN memiliki potensi yang luar biasa. Selain akses pasar kepada lebih dari 600 juta orang, regional ASEAN juga potensial menjadi basis produksi, terutama disektor agri dan sektor manufaktur. Pada tahun 2018 mendatang, diprediksi kecepatan pertumbuhan ekonomi di ASEAN akan menyamai China. Namun setiap peluang pastinya juga hadir bersama tantangan. Apa saja yang harus dipersiapkan oleh para pelaku usaha maupun masyarakat di Indonesia dalam menghadapi MEA 2015 ? 1. Kesiapan mental. Kenapa harus siap mental ? Tentunya tingkat kompetisi akan semakin tinggi. Bukan hanya kompetisi produk, tetapi juga kompetisi sumber daya manusia. Siapa yang paling cepat beradaptasi, yang mampu meningkatkan efisiensi, yang mampu memberikan kualitas terbaik dia akan menang. MEA 2015 juga akan menjadi ajang untuk menguji nasionalisme kita sebagai bangsa Indonesia. Banyak hal baru yang akan    kita hadapi, yang mungkin belum pernah kita prediksi sebelumnya. 2. Kemampuan berbahasa asing. Mempelajari dan menguasai bahasa asing bukanlah berarti seseorang kehilangan rasa nasionalismenya. Jika kita mempunyai kemampuan berbahasa asing, akan memberi beberapa keuntungan: lebih mudah meraih simpati dari masyarakat sekitar dimana kita berada, tidak mudah dibohongi. 3. Tingkatkan skill tenaga kerja, agar mampu memenuhi kebutuhan sektor industri dan jasa. Jumlah penduduk Indonesia yang besar tanpa diikuti oleh kualitas sumber daya manusia yang handal bisa jadi akan menimbulkan efek yang kurang baik. Oleh sebab itu, skill tenaga kerja harus senantiasa di upgrade sesuai perkembangan. 4. Menjalin kemitraan. Ibarat sebuah lahan pertanian, ASEAN adalah lahan yang sangat luas. Kita tak akan sanggup mengelolanya sendirian. Mulailah mencari partner yang dirasakan dapat berkolaborasi secara strategis dan punya visi yang sama. (penulis: @hadiwidianto) - Indonesiasetara.org

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie