Lupa Sandi?

Gebukan Membanggakan dari Gunungkidul

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Gebukan Membanggakan dari Gunungkidul
Siapa sangka, drum merk SMDC adalah hasil karya anak muda dari Gunungkidul, kabupaten di Propinsi Yogyakarta. Alat musik drum yang diproduksi Agung Ginanjar warga Padukuhan Madusari, Wonosari, mulai diminati band-band papan atas di Indonesia. Band papan atas yang mulai menggunakan dan melirik drum karyanya antara lain Seperti Endank Soekamti, Superman Is Dead dan Sheila On 7. Agung Ginanjar mengisahkan, awal mula ia memproduksi alat musik jenis drum tersebut karena ia sejak kecil suka melihat orang bermain drum. Setelah beranjak dewasa ia mulai gemar memainkan alat musik drum. “Dahulu untuk berlatih drum harus di studio musik, sehingga tidak maksimal. Mau punya sendiri supaya latihan bermain drum bisa maksimal, harganya selangit,” kenang pemuda yang akrab disapa Betet ini ketika ditemui Gunungkidulpost.com, Selasa (3/9/2014). Pada tahun 2012 silam, kata Betet, ia mulai mempelajari proses produksi drum. Belajar otodidak, sedikit-sedikit ia mendapatkan ilmu dari internet, buku dan teman sesama pecinta musik drum. Sudah memiliki cukup ilmu, ia nekad membuat drum dengan alat seadanya dan modal yang terbatas. “Ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Produksi pertama bisa dikatakan gatot alias gagal total. Karena cetakan kurang bagus sehingga gagal dan belum bisa langsung digunakan,” katanya. Kegagalan, kata Betet, tidak membuatnya putus asa. Justru kegagalan ia jadikan motivasi supaya mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Ia terus mencoba memproduksi drum, meski masih sering mengalami kegagagalan ia tetap tekun dan gigih memproduksi drum. “Akhirnya setelah berkali-kali gagal, saya bisa memproduksi drum dengan kualitas yang baik. Mulai itu teman-teman band lokal mulai menggunakan drum SMDC (brand drum milik Betet),” ungkapnya. Betet mengungkapkan, seiring berjalannya waktu drum milik Betet mulai dikenal di kalangan pemusik lokal dan luar daerah. Bahkan band-band papan atas di Indonesia seperti Endank Soekamti, Superman Is Dead dan Sheila On 7 sudah sudah mulai melirik drum karyanya. “Harga drum SMDC dari 7 juta rupiah sampai tak terbatas, tergantung pemesanan. Untuk penjualan sudah sampai seluruh Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Jakarta. Semoga karya saya juga mampu ekspor ke luar negeri dan mengangkat nama Gunungkidul,” pungkasnya kemudian melanjutkan membuat drum. (Nena Krisna) Gunungkidulpost.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara