Lupa Sandi?
/ Tren

Merah Putih, Umbul - Umbul dan Bhayangkara

Reno Islami Putra
Reno Islami Putra
0 Komentar
Merah Putih, Umbul - Umbul dan Bhayangkara

Rutinitas menjadi seorang warga negara Indonesia terutama yang tinggal menetap di negeri ini pasti tidak akan asing dengan Merah Putih, Umbul – Umbul, dan Bhayangkara. Sejak sekolah dasar kita hampir setiap senin akan menjalani prosesi upacara untuk menaikan bendera Merah Putih diujung tiang tertingginya sebagai bentuk seremonial akan penghormatan terhadap Dwi Warna ibu pertiwi.

Semarak merah putih akan mencapai puncaknya ketika menjelang dan peringatan hari lahirnya bangsa ini. Akan banyak Umbul – Umbul berjejer dipinggir jalan menghiasi dan membuat ramai suasana hari kemerdekaan. Upacara 17 an yang diselenggarakan pemerintah baik pusat maupun daerah bakal sangat mudah dijumpai. Identiknya itu satu yaitu para paskibra yang bertugas membawakan dan mengibarkan bendera kebanggaan rakyat Indonesia.

Dalam bermasyarakat dan acara – acara tertentu pula kita akan menjumpai para bapak – bapak kepolisian yang disebut juga sebagai korps Bhayangkara sebagai penjaga keamanan. Tidaklah banyak yang tau akan sejarah Merah Putih, Umbul – Umbul dan Bhayangkara yang erat kaitanya.

Membahas tentang sejarah, Antara tahun (1222 – 1292) di negeri kita ada sebuah kerajaan besar bernama Singosari. Wilayah kerajaan ini meliputi sebagian besar kepulauan nusantara. Rajanya bernama Kartanagara, sang raja memiliki raja bawahan bernama Jayakatwang yang memerintah kerajaan Kadiri. Dalam suatu pemberontakanya pada saat itu umbul – umbul atau bendera merah putih digunakan oleh Jayakatwang ketika berperang melawan Raden Wijaya dan ketika berperang melawan kekuasaan Kartanagera dari kerajaan Singosari.

mjpht

Selain itu bendera merah putihpun populer di masa kerajaan Majapahit. Ketika kerajaan Majapahit berjaya di Nusantara. warna panji – panji yang digunakan adalah merah dan putih. (Umbul – umbul Abang Putih). Sedangkan bendera kerajaan Majapahit itu Merah Putih dan Prajurit kerajaanya dinamakan Prajurit Gula Kelapa.

Gula kelapa itu berwarna merah dan terbuat dari sari kelapa yang berwarna putih. Ada pula yang menyebutkan prajurit Majapahit itu Getih – Getah, getih itu berwarna merah dan getah itu berwarna putih.

Kerajaan Majapahit memiiki pasukan elit sebagai satuan pasukan khusus yang disebut Bhayangkara. Pasukan Bhayangkara sangat hebat karena mampu menaklukan musuh dan sebagai pasukan pertahanan kerajaan yang disegani oleh kerajaan lain.

Pasukan Bhayangkara dipimpin oleh Gadjah Mada di masa raja Jayanagara. Pasukan ini membawa bendera khas merah putih dalam setiap pertempuranya sebagai identitas dari Majapahit. Gadjah Mada adalah seorang panglima perang dan tokoh yang sangat berpengaruh pada masa itu. Menurut berbagai sumber mitologi, kitab dan prasasti dari zaman Jawa kuno beliau memulai karirnya pada tahun 1313 dan semakin menanjak setelah peristiwa pemberontakan Ra Kuti pada masa pemerintahan Sri Rajanagara yang mengangkatnya sebagai patih. Gadjah Mada menjadi Mahapatih (Mentri besar) pada masa ratu Tribhuwanatunggadewi dan kemudian sebagai Amangkubumi (Perdana Mentri) yang mengantarkan Majapahit ke puncak kejayaanya.

Gadjah Mada terkenal dengan sumpahnya yaitu Sumpah Palapa. Ia menyatakan tidak akan memakan palapa sebelum berhasil menyatukan Nusantara. Pada masa sekarang indonesia telah menetapkan Gadjah Mada adalah salah satu tokoh pahlawan nasional dan merupakan simbol nasionalisme dan persatuan Nusantara.

Dari situlah mengilhami para pemuda untuk menggunakan merah putih sebagai bendera bangsa yang untuk pertama kalinya bendera Merah Putih berkibar pada Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta pada tanggal 28 Oktober 1928.

bd

Sang Merah Putih selalu berkibar dan disambut dengan sangat syahdu dan penuh perasaan hormat pada hari – hari nasional maupun kemenangan dalam bidang prestasi serta upacara lainya. Bendera kebanggan ini bukan hanya sebuah simbol ataupun lambang dan ciri khas bangsa Indonesia tetapi lebih dari itu sang Merah Putih telah menjadi bagian dari setiap insan yang telah menjadi sumsum mendarah daging selamanya dalam diri rakyat Indonesia.

Merah yang bermakna berani karena benar dan putih bermakna suci dengan pengorbanan yang besar telah ditorehkan rakyat Indonesia untuk sang Merah Putih. Sebagaimana sejarah kebangsaan mencatat untuk pertama kalinya pada tanggal 17 Agustus 1945 Sang Merah Putih berkibar diseluruh tanah air dan pada tanggal 29 september 1950 berkibar resmi di markas Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB).

Kaitan antara Merah Putih, Umbul – Umbul dan Bhayangkara itu ternyata berkaitan dengan sejarah masa kerajaan Nusantara. Merah Putih dikenal sebagai bendera kerajaan Majapahit, sedangkan Umbul – Umbul lajim digunakan saat itu sebagai penyemaraan acara – acara kerajaan maupun perang. Sedangkan Bhayangkara yang kita kenal sebagai nama lain dari korps kepolisian Rebublik Indonesia itupun sama berasal dari kerajaan Majaphit yang dulunya nama sebuah pasukan khusus yang handal.

Sungguh betapa kayanya sejarah negeri ini, begitu bangga menjadi seorang anak bangsa. Berpegang tangan kita bersama membangun ibu pertiwi bersatu kita teguh bercerai kita runtuh ( United we can rise, Sparated we can fall). Bangsa dan negara menunggu Darma Bakti kita!

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG RENO ISLAMI PUTRA

Think positively is my life ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas