Lupa Sandi?
/ Tren

Kartu ATM Bank Sampah Pertama di Indonesia

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Kartu ATM Bank Sampah Pertama di Indonesia
Bank Sampah Induk Cimahi (Samici) mengeluarkan kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Inovasi tersebut merupakan pertama di Indonesia yang dilakukan bank sampah. "Kami selalu mengeluarkan inovasi terbaru. Seperti ATM, ini baru pertama kali di Indonesia," ujar Direktur Bank Samici, Warso Wijaya di kantornya, di Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2015). Warso menjelaskan, tidak semua nasabah Bank Samici memperoleh kartu ATM. Dari 348 nasabah, pihaknya baru memesan 240 kartu ATM. Dari jumlah itu, yang diujicobakan baru empat kartu ATM. "Minimal ada dua persyaratan yang harus dipenuhi nasabah untuk mendapat kartu ATM," ungkapnya. Pertama, nasabah harus rutin memilah dan menjual sampah ke bank sampah. Misalnya dalam dua bulan, si nasabah tercatat menjual sampah sebanyak 2 atau tiga kali meskipun jumlahnya kecil. Kedua, tabungan nasabah minimal sudah mencapai Rp 100.000. "Kalau belum Rp 100.000 kami belum bisa berikan kartu ATM. Karena kami bekerjasama dengan Bank Bukopin, kartu ini bisa digunakan di seluruh ATM Bukopin hingga Rp 0, tanpa potongan biaya administrasi apapun," tuturnya. Warso mengaku akan terus berinovasi agar jumlah nasabah terus meningkat. Ia mencatat, sejak didirikan Oktober 2014, bank sampah yang dipimpinnya tumbuh positif. Dari jumlah nasabah 50 orang kini menjadi 348 nasabah. "Nasabah kami dari seluruh Cimahi, mulai dari perorangan hingga lembaga seperti 17 sekolah dan RS Cibabat. Untuk RS, kami hanya menerima sampah kertas, botol mineral, kemasan makanan, dan tidak menerima limbah rumah sakit," pungkasnya. disadur dari kompas. gambar dari kompas
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli100%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata