Lupa Sandi?
/ Tren

Oase Tersembunyi di Yogyakarta

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Oase Tersembunyi di Yogyakarta
MENJELAJAHI potensi alam di wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta serasa tak ada habisnya. Demi menemukan potongan oase tersembunyi, menempuh jalanan tak beraspal di tengah pedesaan pun menjadi perjuangan yang bisa dinikmati. Seperti ketika menempuh perjalanan di terik siang, dengan iming-iming bermain air di sebuah air terjun kecil tersembunyi bernama Curug Lepo. Curug yang terletak di Dusun Pokoh 1, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul ini tidak terlalu mudah ditemukan. Alasannya adalah minimnya petunjuk jalan menuju salah satu potensi wisata air ini. Dari pusat kota Yogyakarta, diperlukan waktu tempuh 1,5 jam menuju lokasi ini. Arahkan kendaraan Anda ke kantor Kecamatan Dlingo, dari lokasi tersebut Anda bisa menuju ke lokasi di Dusun Pokoh 1. Sekali lagi, bertanya kepada penduduk setempat adalah jurus terjitu menuju lokasi. Jangan malu bertanya, warga lokal pasti tak segan untuk membantu Anda. Sesampainya di lokasi, jika Anda membawa kendaraan, silakan parkirkan di halaman warga setempat yang sudah disediakan. Setelahnya, Anda harus berjalan sekitar 200 meter di jalan setapak menuju lokasi curug. Dari jalan setapak berupa batuan yang tertata rapi berkat swadaya warga setempat, Anda sudah bisa mendengar gemericik air dari kejauhan. Berikutnya, silakan manjakan mata Anda dengan keindahan alami curug bertingkat tiga ini. Beruntungnya, curug ini sudah dikelola warga dengan cukup baik dengan penataan batu-batu di sekitar air terjun yang memudahkan pengunjung untuk turun dari satu tingkat ke tingkat di bawahnya. Curug tingkat pertama memiliki ketinggian air terjun sedang, dengan kolam yang memiliki kedalaman sekitar setengah meter. Pengunjung dapat duduk di sekitar kolam sambil merendam kaki atau berpose di air terjun kecil yang ada. Warga sekitar menyebut kolam di bawah air terjun ini dengan sebutan kedung. Di tingkat pertama, kedung ini cukup aman untuk kolam bermain anak-anak. Curug tingkat kedua memiliki sisi yang lebih curam dan licin. Untuk mencapainya pengunjung harus berhati-hati melewati jalanan batu yang curam di sisi curug. Kedalaman air di kedung kedua cukup dangkal, yaitu selutut orang dewasa. Di curug terbawah, adalah tempat yang tepat untuk berenang. Karena meskipun air terjunnya berukuran lebih pendek dari yang lain, namun kedung terbawah memiliki kedalaman sekitar 2 meter. Jangan kaget jika banyak anak-anak yang bertempat tinggal di sekitar Curug Lepo hilir mudik berenang di kolam paling bawah. Tak jarang, mereka melompat dari atas air terjun ke kedung tersebut. Berenang bersama mereka adalah bonus tak terduga, terutama saat akhir pekan di siang hari, anak-anak kampung setempat memilih bermain air di curug ini. Kadang mereka mengajak pengunjung berpose bersama tepat di bawah air terjun dengan gaya khas anak-anak. Usai berenang, pengunjung bisa membilas tubuh dan berganti pakaian di fasilitas kamar mandi yang tersedia di area curug. Saat ini, Curug Lepo masih menjadi wisata alternatif karena belum ada pengelolaan profesional dari pihak terkait sebagai potensi wisata utama. Tetapi, itu tak mengubah kenyataan bahwa Curug Lepo adalah oase tersembunyi yang harus Anda kunjungi. disadur dari kompas

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata