Lupa Sandi?
/ Tren

Saat Makanan Indonesia jadi lirik Lagu

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Saat Makanan Indonesia jadi lirik Lagu
[embed]https://youtu.be/KJ7dCIgNSKI[/embed] Klip video lagu ini benar-benar lucu sekaligus membanggakan dan membikin heboh dunia maya. Bagaimana tidak, lagu itu berisi lirik 43 jenis nama masakan khas Indonesia. Penyanyinya orang Perancis dan aliran musiknya punk rock sehingga terdengar dan terlihat memberi semangat kepada anak bangsa untuk lebih mengenal budayanya. Video yang berdurasi empat menit ini dipublikasikan oleh akun "FRANSOA INDONESIA" di YouTube pada 15 Januari 2015. Hingga berita ini diturunkan, klip video itu sudah berhasil mendapat perhatian 38.462 kali. Dalam keterangannya, dia menuliskan, ini lagu pertama di dunia dengan 43 makanan tradisional Indonesia saja. Dia memang bernama Fransoa, warga asal Perancis yang sudah lama hidup Indonesia. Dia juga mengatakan, video ini bukan untuk tujuan komersial. Video "dibuat dengan cinta dan teman-teman dan bantuan sponsor dermawan". YouTube Musisi Perancis Lagu tersebut diberi judul "Aku Lapar" dan ditulis serta dinyanyikan oleh Fransoa. Iramanya punk rock. Fransoa menjelaskan, lagu itu digubah dari lagu Perancis "Ca Plane Pour Moi" dengan komposer musik oleh Lou Deprijck. Klip tersebut dibuat di kafe The Bistrot di Seminyak, Bali. Di akhir video pun dia menampilkan ucapan terima kasih kepada semua timnya, termasuk kepada semua staf kafe tersebut. Di awal dan akhir videonya pun ditampilkan logo The Bistrot dan Make Up Atelier Paris. Disadur dari KOMPAS

Label:
FRANSOA
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara