Lupa Sandi?

Tas Cantik dari Plastik Bekas bernama Pfuze

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Tas Cantik dari Plastik Bekas bernama Pfuze
Tas Cantik dari Plastik Bekas bernama Pfuze
Yanti Silviana, mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad turut berpartisipasi dalam AFS Changemaker Innitiative di Alexandria, Virginia, Amerika Serikat pada 3-13 Maret 2015 lalu. Pada kesempatan tersebut, Yanti mempromosikan proyek wirausaha sosialnya, “Pfuze”. Dalam rilis yang diterima Humas Unpad, dijelaskan bahwa AFS Changemaker Innitiative merupakan sebuah inisiasi kelompok kerja yang dibentuk oleh AFS Internasional bersama AFS Amerika Serikat. Keterlibatan Yanti sendiri atas undangan dari AFS Amerika Serikat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, Yanti dan beberapa staf, relawan AFS USA serta direktur AFS Afrika Selatan bertukar ide dan pikiran dalam hal pengembangan kegiatan Changemaking ke dalam seluruh aspek organisasi AFS Amerika Serikat. Seluruh kegiatan ini didanai oleh US Department of State Bureau of Educational and Cultural Affairs. Pfuze sendiri adalah bisnis sosial yang diusung Yanti saat mengikuti ajang YES Alumni AFS-Ashoka Youth’s Venture Workshop di Amerika Serikat pada tahun 2013 lalu. Pfuze bertujuan untuk mengurangi penggunaan jumlah plastik dengan mengubahnya menjadi tas cantik ramah lingkungan. “Keuntungan penjualan tas ini digunakan untuk program pemberdayaan 12 ibu-ibu pemulung yang bekerja di tempat pembuangan sampah di kawasan Sekre Angkring, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat,” ungkap Yanti yang merupakan alumni program pertukaran pelajar Kennedy-Lugar Youth Exchange&Study (KL YES) dan relawan aktif Bina Antarbudaya pada tahun 2009-2010. Para ibu-ibu itu pun menjadi target beneficiary yang turut dilibatkan dalam proses pembuatan tas sehingga ibu-ibu tersebut dapat menambah keterampilan dan memperoleh pendapatan tambahan. Proyek yang ia dan teman-temannya kembangkan ini dinilai cukup berhasil dalam mengimplementasikan semangat pembuat perubahan di lingkungan masyarakat. Hal ini mengantarkan Yanti menjadi satu-satunya alumni program KL-YES yang diundang langsung oleh AFS Amerika Serikat untuk berbagi dan memberikan input berdasarkan pengalamannya menjalankan proyek Pfuze dalam inisiasi kelompok kerja AFS Changemaker Innitiative. “Hal ini merupakan suatu kehormatan bagi saya. Pengalaman luar biasa yang tidak akan pernah bisa saya lupakan. Saya menyadari bahwa saya telah memeroleh banyak hal dari masyarakat. Oleh karena itu, saya merasa sangat perlu untuk berkontribusi kembali ke masyarakat. Lokakarya yang saya ikuti tidak hanya membuka banyak peluang dan jejaring untuk mengembangkan diri tetapi juga pemahaman mendalam terkait budaya dan manfaat kolaborasi yang akan terus menginspirasi saya untuk terus melakukan perubahan,” kata peraih Satya Karya Adisiswa Universitas Padjadjaran tahun 2013 ini. Pfuze BannerSMALL Bersama tim workgroup, pada kegiatan tersebut Yanti juga mempresentasikan proyek Pfuze di depan sekitar 250 orang para sponsor program dan para perwakilan mitra dari 13 negara. Respon hadirin terhadap proyek Pfuze sangat luar biasa. Mereka tidak berhenti mengatakan bahwa mereka sangat terinspirasi dengan proyek yang Yanti dan Tim Pfuze tengah kembangkan. “Thank you for inspiring everyone with your great Venture with Pfuze Bags,”kata salah satu koordinator lokal AFS negara bagian Washington, Amerika Serikat , Linnea Keatts. Yanti pun diundang untuk membantu memfasilitasi sesi pada YES Alumni Social Venture Leadership Workshop tahun 2015 bersama para trainer ahli dari AFS. Selain itu, Yanti bersama staf dan sukarelawan AFS sempat berkunjung ke Capitol Hill bertemu dengan Congressman Amerika Serikat untuk mempromosikan pentingnya dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan program pertukaran pelajar. Dalam hal ini, pertukaran pelajar diyakini dapat meningkatkan pemahaman antar bangsa melaui people to people diplomacy. Yanti merasa bahwa program pertukaran pelajar tidak hanya memberi manfaat bagi peserta pribadi tetapi juga masyarakat. Hal ini karena pengalaman dan keterampilan yang diperoleh peserta dikolaborasikan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, salah satunya melalui pengembangan wirausaha sosial seperti yang telah Yanti kembangkan. Rencana kedepannya, Tim Pfuze berencana untuk terus mengembangkan proyek Pfuze ke skala regional dan nasional. Pfuze telah menyusun rencana 5 tahun untuk memperluas pemasaran produk, bermitra dengan perusahaan ritel supermarket, dan menjadi pionir gerakan ecopreneur skala nasional bahkan global.* disadur dari UNPAD

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata