Lupa Sandi?
/ Tren

Prangko Bersama dengan Korea Utara

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Prangko Bersama dengan Korea Utara
Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan prangko bersama Indonesia dan Korea Utara bergambar Presiden Soekarno dan Kim Il Sung dengan bunga anggrek kimilsungia dan anggrek bulan. Pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia Jong Ryul menghadiri peluncuran prangko itu di Jakarta, Rabu. Prangko itu diterbitkan di Indonesia dan Korea Utara guna memperingati 50 tahun penamaan anggrek kimilsungia oleh Presiden Soekarno ketika Presiden Kim Il Sung mengunjungi Indonesia. Presiden Sukarno menamai jenis anggrek itu kimilsungia sebagai penghormatan dan tanda persahabatan saat menjamu Presiden Kim. Festival Bunga Anggrek Kimilsungia kini diselenggarakan tiap tahun di Korea Utara. Staf Ahli Bidang Bidang Teknologi Kementerian Komunikasi dan Informatika Woro Widiastuti mengatakan penerbitan prangko itu akan mempererat hubungan kerja sama dan persahabatan kedua negara. "Selain mengingatkan pada sejarah, penerbitan prangko bersama ini juga semakin meningkatkan kerja sama dan persahabatan antar kedua negara yang telah terjalin dengan baik," katanya. Duta Besar Korea Utara juga mengatakan penerbitan prangko bersama akan makin memperkokoh hubungan kedua negara yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa. "Penerbitan perangko bersama ini bersejarah karena ini akan mendorong peningkatan kerja sama kita di berbagai sektor. Sangat edukatif, tidak hanya generasi sebelumnya yang mengetahui sejarah namun juga menginformasikan kepada generasi di masa depan," katanya. disadur dari ANTARANEWS

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata