Lupa Sandi?
/ Tren

Satu Paket Menikmati : Koleksi Budaya, Karya Sastra dan Keindahan Alam

Asro Sikumbang Minangkabau
Asro Sikumbang Minangkabau
0 Komentar
Satu Paket Menikmati  : Koleksi Budaya, Karya Sastra dan Keindahan Alam
Catatan Perjalanan dan Pengalaman menelusuri/menggali Kekayaan Minangkabau dan Nusantara Oleh : Asro Suardi (Asro Sikumbang Minangkabau) Nagari1 Aia Angek merupakan sebuah Nagari yang terletak di pinggir jalan. Nagari ini berada di Kabupaten Tanah Datar. Akses melewati nagari ini sangat mudah ditempuh karena daerah ini merupakan akses jalan menuju Kota Bukittinggi. Di Nagari ini terdapat sebuah destinasi wisata satu paket yang akan memberikan pengalaman berbeda. Destinasi satu paket yang dimaksud adalah kita dapat menikmati koleksi benda – benda budaya dan sejarah, menikmati karya sastra dan menikmati indahnya alam.   slide-29-1140x585 slide-351-1140x450 slider21-1140x450 Gbr.1. Suasana Rumah Budaya Fadli Zon dan Rumah Puisi Taufik Ismail Suasana yang sangat berbeda ketika kita memasuki kawasan ini. Pertama mengunjungi tempat ini, kita akan disambut dengan bangunan yang berdesain modern. Bangunan ini memiliki halaman luas adalah tempat untuk tempat berteduhnya beberapa karya – karya sastra. Tempat ini juga menjadi tempat belajar untuk mereka yang ingin mengetahui Sastra. Adanya bangunan ini, merupakan wujud keinginan seorang tokoh sastra Indonesia yang ingin memperkenalkan profesi yang telah digelutinya terhadap kampung halamannya. Tempat ini dibangun oleh sastrawan Taufik Ismail yang kemudian rumah sastranya dikenal sebagai Rumah Puisi Taufik Ismail yang tidak jauh dengan kampung halamannya2. commons.wikimedia.org Gbr.2.Rumah Puisi Taufik Ismail a rumah-puisi-10 Gbr.3. Suasana Diluar Rumah Puisi Taufik Ismail batampos.co.id gb941 IMG_20140419_153435 Padang 027 Gbr.5. Suasana Ruangan dan Aktivitas di Rumah Puisi Taufik Ismail   Setelah berbicara tentang apa Rumah Puisi Taufik Ismail . Selanjutnya beranjak ke bangunan lainnya yang berdampingan dengan rumah puisi tersebut. Kita dapat melihat sebuah bangunan arsitektur modern yang membawa konsep tradisional Minangkabau dengan atap bagonjong. Dalam bangunan ini kita dapat menikmati koleksi benda budaya dan sejarah di Rumah Budaya yang merupakan milik dari Putra daerah Sumatera Barat yang sangat mencintai sejarah, budaya dan memiliki hobi mengumpulkan benda – benda yang bersejarah. Rumah yang setara sebagai museum kecil ini dikenal dengan Rumah Budaya Fadli Zon. Sesuai dengan konsep isi dan tujuan fungsinya, bangunan rumah budaya ini mengaplikasikan bentuk arsitektur Minangkabau. Dengan landscape atap bagonjong (atap rumah gadang). Koleksi rumah budaya yang dapat kita lihat adalah hasil koleksi yang dikumpulkan Fadli Zon dalam mengumpulkan benda – benda sejarah dan budaya. Koleksinya tersebut adalah 100 keris Minangkabau, keris luk sembilan abad 18 asal Pagaruyung, fosil kerbau berumur 2 juta tahun, fosil kayu, dan 700 judul koleksi buku bertemakan Minangkabau. Di kompleks rumah budaya ini kita juga dapat menikmati hal – hal yang berhubungan dengan budaya dan sejarah, sesuai dengan konsepnya. Koleksi lain dari Rumah Budaya adalah patung Mahatma Gandhi ,serta beberapa patung – patung tokoh yang terbuat dari tembaga seperti patung Tan Malaka , Chairil Anwar dan lainnya yang menghias sisi – sisi luar bangunan ini. Selain memiliki koleksi sejarah dan budaya, rumah budaya Fadli Zon merupakan ruang untuk tempat melaksanakan acara – acara kebudayaan dan kesenian. Seperti pernah diadakannnya pameran – pameran lukisan, pemutaran film, festival silat Minang dan Sunda, Konser Idris Sardi dan lainnya 250px-Rumah_Budaya_Fadli_Zon_(3)

Gbr.7. Rumah Budaya Fadli Zon

Lukisan-Tokoh-Minangkabau-17012013-MAP-1 rumah-budaya-fadli-zon Gbr.8.Suasana dalam Ruangan Rumah Budaya Fadli Zon 928176947malaka BYc3txKCEAAxSdW.jpg medium padekco-bZyzn rumah budaya fadli zon saat pameran artefak Gbr.9. Berbagai macam aktivitas yang dilaksanakan di Rumah Budaya Fadli Zon khairil-anwar patung-gandhi_20150305_104010 1901926_10202211806314942_993395138_n Gbr.10. Patung - patung tokoh yang terbuat dari tembaga  menambah Koleksi Rumah Budaya Fadli Zon Dua bangunan yang tidak hanya sebuah bangunan biasa. Namun memiliki koleksi yang sangat berguna terutama dalam informasi sejarah budaya dan sastra. Bentuk keinginan yang mulia dari 2 orang tokoh yang dikenal di Indonesia. Tidak lupa dengan kampung halaman dan membangun kembali kampung halaman. Seperti hal yang terungkap dalam pepatah Minangkabau “Satinggi – tinggi tabangnyo bangau, baliaknyo ka kubangan juo3”. Pepatah ini sangat dikenal di Minangkabau terutama bagi mereka yang merantau dan telah sukses. Lokasi kompleks ini berada tepat di lembah Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Tandikek (Puncak Tri Arga). Di kompleks ini kita dapat menikmati pemandangan persawahan yang luas, perkampungan di kaki – kaki gunung , serta kota Padang Panjang yang berada di lembah bukit Barisan. Dengan hawa yang sangat sejuk dan menimbulkan suasana keheningan serta kedamaian. Keberadaan lokasi ini yang berada di tengah – tengah alam menjadi sebuah pertunjukan alamiah yang dapat kita lihat. Seperti aktivitas pertanian masyarakat, aktivitas alam dan keindahan alam yang melingkari tempat ini apabila kita berada disini. Lokasi tempat ini ini berjarak 1 jam 30 dari Bandara Internasional Minangkabau, 10 Menit dari Kota Padang Panjang dan 15 dari Kota Bukittinggi. Lokasi kompleks ini sangat mudah dilalui, karena berada di jalur lintas Sumatera menuju arah ke Riau. 770e17a28864025086c1e967dbec5e35 Gbr.11. Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek terlihat menjulang tinggi dari kompleks Rumah Puisi Taufik Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon aie-angek-cottage-bukit-tinggi_260920110424521069 Gbr.12. Gunung Marapi terlihat menjulang tinggi. Dilihat dari kompleks Rumah Puisi Taufik Ismail dan Rumah Budaya Fadli Zon. Sebuah tempat yang sangat luar biasa, dimana kita dapat menikmati satu paket kesatuan yang memberikan informasi dan menimbulkan ketenangan. Dimana kita dapat mengetahui sejarah serta budaya dari Rumah Budaya, mengetahui sastra dari Rumah Puisi serta dapat menikmati dan merasakan keindahan alam sebagai karya dari Sang Pencipta. Satu paket menikmati : Koleksi sejarah serta Budaya, Karya Sastra dan Keindahan Alam. Sebuah tempat dan pengalaman yang sangat menakjubkan apabila berada ditempat ini. Alhamdulillah.. Indonesia memiliki segala yang terlintas dipikiran dan imajinasi kita. Sebuah bangsa yang menjadi surga diatas dunia. Patut berbangga dan bersyukur akan anugerah Yang Mahakuasa. Saatnya kita sadar dan optimis, kita bisa menjadi sebuah bangsa yang Sejarah. Saatnya sebelum terlambat. Mari kita bersama   belajar, menelusuri, menggali, mengkaji, menjaga, melestarikan dan mempublikasikan kekayaan bangsa ini. Karena itulah kita, karena itulah jati diri kita. Sebagai bangsa yang memiliki kekayaan dan keragaman Kearifan Lokal, adat, budaya, seni tradisi, sejarah, dan alam yang sangat luar biasa. Kita juga merupakan bangsa – bangsa yang merupakan tempat dilahirkannya orang – orang yang sangat luar biasa. Indonesia it’s not perfect. Indonesia it’s awesome .   Kata Kunci : Rumah Budaya Fadli Zon, Rumah Puisi Taufik Ismail, Nagari Aia Angek, Puncak Tri Arga, Minangkabau, Sumatera Barat, Nusantara, Indonesia   Glosarium : 1Nagari : Desa 2Kampung Halaman Taufik Ismail berada di kaki Gunung Singgalang. Tidak jauh berada dari kompleks rumah budaya Fadli Zon dan rumah puisi Taufik Ismail. Nagari Pandai Sikek merupakan kampung halaman salah satu tokoh sastra Indonesia ini. Nagari Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pengahasil tenun Minangkabau atau yang dikenal dengan tenun Pandai Sikek. Selain itu nagari Pandai Sikek merupakan daerah yang menghasilkan ukiran Rumah Gadang Minangkabau. Kampung halaman Taufik Ismail juga merupakan Desa Wisata Indonesia di Sumatera Barat. Pada tahun 2014 Nagari Pandai Sikek mendapat peringkat ketiga Nasional sebagai Desa berprestasi tingkat Nasional. 3Satinggi – tinggi tabangnyo bangau, baliaknyo ka kubangan : Ungkapan masyarakat Minangkabau untuk masyarakatnya yang pergi meninggalkan kampung halaman / merantau. Sejauh mana perginya masyarakatnya meninggalkan kampung halaman. Suatu saat pasti akan kembali ke kampung halaman atau ingat kampung halaman   Sumber Foto : 1. Aiaangekcottage.com 2. www.commons.wikimedia.org 3. firzazr.blogspot.com 4. www.smkn1guntal.sch.id 5. meditasisamudra.blogspot.com 6. hardivizon.com 7. id.wikipedia.org 8. rynari.wordpress.com 9. www.housing-estate.com 10. www.antarafoto.com 11. www.antarasumbar.com 12. m.utusan riau.com 13. www.padangmedia.com 14. chirpstory.com 15. www.koran.padek.com 16. rynari.wordpress.com 17. www.tribunnews.com 18. Mas Uda (Fotografer Independent Sumatera Barat) 19. Galindra Mardany (Fotografer Profesional ) 20. www.laterooms.com
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRO SIKUMBANG MINANGKABAU

Freelance, Historian, Humanism, Entrepreneurship, Ambitious, Mysterious, Love Indonesia Explore Indonesia Proud Indonesia ... Lihat Profil Lengkap

Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie