Lupa Sandi?
/ Tren

7 Perempuan Penggerak Perubahan

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
7 Perempuan Penggerak Perubahan

Semangat Kartini menginspirasi jutaan perempuan di Indonesia, termasuk 7 perempuan ini.

Semangat Kartini telah menginspirasi jutaan perempuan di Indonesia, termasuk 7 perempuan yang turut menggerakkan perubahan di berbagai isu ini. Melalui petisi online di Change.org, ketujuh perempuan ini memulai kampanye digital dan memberi dorongan kepada sejumlah pembuat kebijakan agar lebih berpihak kepada rakyat.

Ketujuh perempuan itu di antaranya: 1. Anis Hidayah
Anis Hidayah. Anis Hidayah. (change.org)
Anis Hidayah adalah Direktur Migrant Care, organisasi yang fokus pada advokasi dan penguatan gerakan buruh migran. Perempuan yang baru saja menerima penghargaan Yap Thiam Hien ini memulai kampanye untuk menyelamatkan TKW Wilfrida asal NTT yang terancam hukuman mati di Malaysia. 2. Ganis Rumpoko
Ganis RumpokoGanis Rumpoko (change.org)
Ganis Rumpoko adalah penggemar klub bola Arema Malang yang memulai petisi change.org/Arema yang hingga kini didukung lebih dari 2.000 orang. Anak perempuan Walikota Malang ini meminta agar pengelola Arema FC menginformasikan pengelolaan dan legalitas Arema secara transparan. 3. Davina Veronica
Davina VeronicaDavina Veronica (change.org)
Model dan supporter kehormatan WWF Indonesia ini memiliki perhatian yang tinggi terhadap kesejahteraan hewan. Perempuan ini turut mengampanyekan petisi change.org/DogsAreNotFood bersama organisasi pecinta hewan lain seperti Jakarta Animal Aids Network (JAAN) and Animal Friends Jogja (AFJ). 4. Nunu Husein
Nunu HuseinNunu Husein (change.org)
Nunu Husien adalah aktivis lingkungan yang juga aktif dalam kampanye thalassemia dan penyelamatan satwa. Di akhir tahun lalu ia memulai petisi change.org/SaveSophie untuk menyelamatkan kapal karam Sophie Rickmers yang telah menjadi rumah terumbu karang dan objek wisata selam di Aceh. 5. Suciwati
SuciwatiSuciwati (change.org)
Istri mendiang aktivis HAM Munir ini memulai petisi change.org/Munir yang didukung lebih dari 11.000 orang agar Presiden segera menuntaskan kasus pembunuhan Munir. Ia juga aktif mengampanyekan isu-isu hak asasi manusia lainnya seperti kasus 1965, Talangsari, dan sebagainya. Baru-baru ini, Walikota Den Haag meresmikan jalan Munir untuk menghormati perjuangan Munir dalam membela HAM. 6. Zely Ariane
Zely ArianeZely Ariane (change.org)
Perempuan asal Aceh ini aktif dalam membela hak-hak masyarakat Papua yang terabaikan. Ia memulai petisi change.org/PapuaItuKita kepada Komnas HAM untuk mengusut penembakan empat remaja oleh aparat militer tanpa alasan yang jelas. Ia lalu meneruskan gerakan #PapuaItuKita melalui media sosial agar kita lebih mengenal masyarakat Papua sebagai bagian dari republik ini. 7. Titi Anggraini
Titi AnggrainiTiti Anggraini (change.org)
Saat DPR hendak mengesahkan perubahan dari Pilkada Langsung menjadi tidak langsung, perempuan ini dan lembaganya Perludem memulai petisi change.org/DukungPilkadaLangsung. Melalui petisi tersebut, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) ini menggalang dukungan hampir 120.000 orang dan menjadi salah satu petisi yang paling banyak didukung di Change.org. Ketujuh perempuan ini telah berhasil mengubah kesadaran individu menjadi kesadaran kolektif. Mereka menginisiasi gerakan perubahan yang menjadi perhatian banyak orang. Mereka adalah Kartini-Kartini baru yang mengejawantahkan perjuangan Raden Ajeng Kartini untuk tak menyerah berjuang demi perubahan yang lebih baik.
Istri mendiang aktivis HAM Munir ini memulai petisi change.org/Munir yang didukung lebih dari 11.000 orang agar Presiden segera menuntaskan kasus pembunuhan Munir. Ia juga aktif mengampanyekan isu-isu hak asasi manusia lainnya seperti kasus 1965, Talangsari, dan sebagainya. Baru-baru ini, Walikota Den Haag meresmikan jalan Munir untuk menghormati perjuangan Munir dalam membela HAM.

(Dhenok Pratiwi/Communication Officer Change.org Indonesia)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie