Bangkai Kapal di Karimun Jawa

Bangkai Kapal di Karimun Jawa

Bangkai Kapal di Karimun Jawa

Kota kelahiran R.A Kartini, Jepara memiliki destinasi wisata menarik, Karimunjawa. Tahukah Anda di Karimunjawa terdapat bangkai kapal? Selain menikmati pemandangan alam, pelancong juga dapat menyelami perairan Karimunjawa yang indah. Di bawah air Karimunjawa ada juga fauna akuatik yang terdiri dari 242 jenis ikan hias dan 133 genera akuatik. Selain itu, Karimunjawa merupakan rumah bagi hewan langka seperti dua jenis penyu, yaitu penyu sisik dan penyu hijau, sehingga cocok untuk diving dan snorkeling. Namun, pelancong juga dapat melakukan wisata selam bangkai kapal atau wreck dive di Pulau Kemojan. Selama berwisata selam bangkai kapal ini, kita akan merasakan suasana sunyi bercampur misteri dari pilar besi kapal yang berkarat. Namun, selain menyuguhkan tantangan, dari bangkai kapal ini kita juga mendapatkan pengetahuan sejarah. Kapal tersebut adalah pengangkut batu bara milik pemerintah Hindia Belanda yang karam 60 tahun silam, karena sang nahkoda menyangka Kepulauan Karimunjawa adalah pesisir pantai. Pantai Karimunjawa memang tidak seperti pantai pada umumnya. Dasar pantai di Karimunjawa relatif rendah sehingga membuat kapal tersebut kandas dan akhirnya karam, dikutip dari Indonesia.travel. disadur dari OKEZONE

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pemain Sepak Bola keturunan Indonesia yang diincar Klub Eropa Sebelummnya

Pemain Sepak Bola keturunan Indonesia yang diincar Klub Eropa

Cisumdawu, Jalan Tol yang Syahdu Selanjutnya

Cisumdawu, Jalan Tol yang Syahdu

Farah Fitriani Faruq
@farah

Farah Fitriani Faruq

http://farahfitriani.wordpress.com

life is too short to be negative.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.