Balikpapan, Kota Paling Dicintai di Dunia

Balikpapan, Kota Paling Dicintai di Dunia

Balikpapan, Kota Paling Dicintai di Dunia

World Wildlife Fund (WWF) akhirnya menobatkan Balikpapan sebagai Kota Paling Dicintai di Dunia. Ini setelah Kota Minyak menyisihkan 43 kota lain didunia melalui voting yang diadakan sejak pertengahan Februari lalu melalui situs www.welovecities.org. Mengungguli Paris, Balikpapan juga memastikan diri menjadi tuan rumah Earth Hour 2015. Sejak awal, ribuan dukungan mengalir melalui sosial media baik Twitter, Facebook maupun Instagram. Wali Kota Rizal Effendi menerima langsung penghargaan tersebut bersamaan dengan ICLEI World Conggress 2015 di Seoul Korea Selatan. Didampingi Kepala BLH Kota Balikpapan, penghargaan itu diterima dari Direktur Pengembangan Bisnis Internasional WWF, Jean-Paul Paddack. “Atas nama warga Balikpapan, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dalam kampanye ini sehingga berhasil meraih predikat ‘The World’s Most Loveable City’. Pencapaian ini merupakan dorongan tersendiri bagi pemkot, menjadikan Balikpapan sebagai kota ramah lingkungan, layak huni dan kota percontohan,” ungkap Rizal penuh bahagia. Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota, Heru Bambang mengungkapkan betapa bangganya ia ketika mendengar berita baik ini. Menurutnya Balikpapan sudah sepantasnya menjadi kota yang dicintai. Kondusifitas kota merupakan faktor penting keberhasilan Balikpapan, sehingga mampu mengalahkan kota sebesar Paris. “Kami sangat memperhatikan pelayanan masyarakat, kesehatan dan pendidikan menjadi perhatian utama kami,” kata Heru kepada Balikpapan Pos (Grup JPNN.com. Heru menjelaskan fokus utama pemerintah kedepan adalah membangun fasilitas umum serta memelihara keindahan kota yang saat ini telah dilakukan. Berbagai fasilitas bagi anak muda dalam hal positif juga akan lebih diperbanyak. “Kami akan memperbanyak wadah bagi anak muda untuk menyalurkan hobinya seperti di Melawai dan menggalakkan program seperti Car Free Day,” jelasnya. Heru berpesan agar masyarakat tidak terbuai dengan berbagai penghargaan yang diraih saat ini. Warga juga diminta siap menghadapi berbagai tantangan terutama memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Masalah seperti banjir, sedimentasi yang meninggi, drainase yang tersumbat serta beberapa kerusakan pada ruas jalan dinilai Heru harus segera diperbaiki. Sehingga predikat kota layak huni benar-benar dirasakan warga. Perasaan bahagia juga disampaikan Fadil. Wakil Ketua Green Generation SMAN 2 Balikpapan menghimbau anak muda untuk menjaga lingkungan dan melakukan kegiatan yang positif. “Saya turut bahagia atas Balikpapan. Sebagai anak muda yang peduli lingkungan, saya menghimbau kepada teman-teman untuk tetap menjaga kondisi alam kita,” pungkasnya. Penghargaan ini menambah satu lagi prestasi Balikpapan dalam skala internasional. Setelah sebelumnya mampu meraih kota layak huni se-Asean. Apabila mampu meraih Adipura Kencana 5 Juni mendatang, maka lengkap sudah penghargaan Balikpapan sebagai kota yang mampu mempresentasikan keseimbangan antara perkembangan kota dengan alam sekitarnya. Jpnn.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dodol Manis dari Kandangan Sebelummnya

Dodol Manis dari Kandangan

Dorong Riset dan Publikasi, UNDAR Bangun Kerjasama dengan UNIDA Gontor Selanjutnya

Dorong Riset dan Publikasi, UNDAR Bangun Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.