PBB Pesan Kendaraan Tempur dari Indonesia

PBB Pesan Kendaraan Tempur dari Indonesia

PBB Pesan Kendaraan Tempur dari Indonesia

Untuk kesekian kalinya, PT Pindad dipercaya membuat kendaraan tempur yang akan dipakai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Tahun ini, PBB memesan panser Anoa sebanyak 14 unit. "Tahun ini, PBB memesan 14 unit panser Anoa. Nantinya kendaraan tempur ini digunakan untuk misi perdamaian PBB," kata Dirut Pindad Silmy Karim. Dia menybut panser khas bercat putih dengan tulisan "UN" buatan Pindad itu sudah terjual sebanyak 46 unit. Silmy menjelaskan, panser Anoa 6x6 itu tergolong kendaraan armoured medium personnel carrier. Kendaraan tempur ini dipergunakan untuk mengangkut personel di medan pertempuran. Selain kendaraan tempur, Pindad pun melakukan ekspor senjata. Namun, kata dia, persentasenya lebih banyak kendaraan tempur. "Soalnya, untuk ekspor barang alutsista itu tidak mudah. Ini beralasan karena untuk senjata itu harus hati-hati. Kita tidak mau senjata yang kita pasok itu nantinya disalahgunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata," ucapnya lagi. Selain itu, pada peringatan HUT ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) diakuinya menghasilkan beberapa peluang di sejumlah negara Afrika. Meski belum ada kesepakatan, kata dia, kebanyakan barang pesanan itu berupa kendaraan tempur. Selama ini, sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand dibidik untuk menggunakan produk Pindad. Untuk pasar Afrika, pihaknya membidik Madagaskar, Mesir, Nigeria, dan Mozambiq. Sedangkan, untuk kawasan Timur Tengah, pasar potensial yang dibidik antara lain Kuwait, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar

Pilih BanggaBangga60%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau20%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Membangun Indonesia dari San Fransisco Sebelummnya

Membangun Indonesia dari San Fransisco

Rangkuman Perempat-final Indonesia Masters 2020 Selanjutnya

Rangkuman Perempat-final Indonesia Masters 2020

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.