Lupa Sandi?

Pesumo Jepang dan Batik Indonesia

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Pesumo Jepang dan Batik Indonesia
Hakuho, pemegang gelar juara sumo Jepang, tersenyum lebar saat berfoto bersama Dubes Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, dan para undangan dalam acara Promosi Batik di Wismaduta, KBRI Tokyo, Kamis (7/5-2015) kemarin. Promosi ini dihadiri oleh berbagai kalangan, sejak dari wakil pemerintah, para dubes negara sahabat, pengusaha, akademisi, serta petinggi Asosiasi Kimono Jepang. Mantan PM Jepang Fukuda, yang sekaligus Ketua Himpunan Persahabatan Indonesia-Jepang beserta istri juga hadir dalam acara di atas. ”Saya mencintai batik”, ujar Hakuho, pemegang gelar juara sumo selama delapan tahun berturut-turut ini, di hadapan para undangan sambil memperagakan yukata batik yang dikenakannya. “Saya tentu bukan hanya memiliki satu lembar ini saja, melainkan memiliki sejumlah yukata batik dengan motif-motif yang unik,” ujar Hakuko dan disambut tepuk tangan dan tawa ceria para undangan. BatikSumokbritokyo Kehadiran seorang pesumo dalam acara promosi batik kolaborasi Indonesia-Jepang di atas dinilai sebagai langkah yang tepat oleh kalangan Jepang. Terutama, karena sumo adalah olahraga strata khusus dan menduduki posisi terhormat dalam masyarakat tersebut. “Hakuho, juara sumo (disebut sebagai Yokozuna) sekarang ini secara kebetulan murah senyum, tampan, dan amat dikagumi secara luas, terutama oleh para wanita di Jepang,” ujar salah seorang undangan yang tidak mau disebutkan namanya. Karena itu, penampilan Hakuho dalam busana batik, pasti akan menarik perhatian masyarakat Jepang secara luas dan sekaligus akan semakin mengangkat citra batik, sambung sumber tadi. Dubes Yusron Ihza Mahendra, dalama sambutannya menyebutkan bahwa sejak 2009 batik telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budya dunia. “Karena itu, saya berharap batik bukan hanya hadir di hati masyarakat Indonesia, melainkan sekaligus juga hadir di dalam sanubari bangsa-bangsa lain di dunia, terutama Jepang,” ujar Yusron. “Seperti yang ikut ditampilkan dalam pamaren hari ini, desain batik sutra dengan motif nuansa kombinasi Jepang-Indonesia, amat mengagumkan. Motif itu melambangkan keharmonisan cita rasa kedua bangsa,” sambung Yusron. Saya tidak pernah membayangkan bahwa Kimono Jepang dengan desain kreasi kombinasi seperti ini ternyata amat mengagumkan dan memberi harapan yang besar bagi dunia batik ke depan, ujar Yusron lebih lanjut. Pameran Batik Kolaborasi Indonesia-Jepang ini diselenggarakan atas kerjasama KBRI Tokyo dengan Cross Cultural Artisan Association (CCAA). Keistimewaan batik-batik yang dipamerkan ini adalah bahwa motif batik-batik itu merupakan motif koloborasi yang merupakan “collaborative work” antara seniman Indonesia dan Jepang. Batik dengan kualitas tinggi ini disebut dengan istilah “Refine Batik”. disadur dari Press Release resmi KBRI TOKYO

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata