Lupa Sandi?

Aplikasi Bebas Bully Karya Pemuda Indonesia

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Aplikasi Bebas Bully Karya Pemuda Indonesia
Aplikasi obrolan atau "chatting" buatan anak negeri, Persona, siap menjadi pengganti dari aplikasi Secret yang pekan ini telah resmi ditutup oleh pemiliknya yang berasal Amerika Serikat. "Penutupan aplikasi Secret memang sungguh disayangkan. Tetapi apa yang terjadi di Secret, tentunya menjadi pelajaran buat kami dalam menghadirkan aplikasi yang bebas bully bagi para user yang menggunakannya," ujar salah satu pendiri Pesona, Habibi Rizqi Ramadhan, di Jakarta, Minggu. Dia menambahkan pihaknya telah menyiapkan aplikasi yang bakal menjadi ruang berbagi bebas "bully". Aplikasi Persona ini merupakan salah satu bentuk rintisan digital (startup) yang dibuat oleh kaum muda kreatif Tanah Air. Aplikasi yang telah lahir sejak 10 Februari 2014 ini digagas juga digagas oleh Asyraf Duyshart, Gujarat Santana dan Fachri. Habibi menjelaskan hingga kini aplikasi Persona sudah diunduh oleh hampir 7.000 pengguna Google Play. Hingga kini, pihaknya terus melakukan pengembangan agar aplikasi ini dapat menjawab keinginan kaum muda remaja Indonesia yang ingin curhat tanpa harus takut diejek. Mengenai penutupan aplikasi Secret, Habibi meyakini, aplikasi buatannya bakal memberikan kesempatan untuk lebih tumbuh pesat. Sebelumnya Secret terkenal sebagai salah satu startup yang paling banyak dibicarakan di Sillicon Valley. Aplikasi buatan Amerika Serikat itu kabarnya sempat sukses mengantongi pendanaan senilai 25 juta dolar AS pada Juli lalu dan memperoleh total pendanaan 35 juta dolar AS. "Keberhasilan Secret itu tentunya sangat mendorong kami untuk lebih belajar dalam mengembangkan aplikasi Persona," kata remaja berdarah Minangkabau ini. Dalam aplikasi Persona ini, Habibi menggandeng konsultan ahli yang dapat dimanfaatkan oleh para user dalam proses "chatting". Konsultan ini berasal dari Akademi Trainer yang didirikan oleh Jamil Azzaini dengan anggota lebih dari 2.000 orang. Pada saat awal berdirinya Persona ini, Habibi mengaku, langsung mendapatkan respons positif. Saat itu ia menawarkan ruang untuk curhat melalui BBM. "Pada saat promo pertama kali di Twitter ternyata saya mendapatkan invite BBM sekitar 300 orang dan melayani "chatting" dengan rekor 98 orang. Ini sungguh memberikan keyakinan besar untuk terus mengembangkan aplikasi Persona menjadi lebih baik," tukas pemilik akun Twitter @HabibiRizqiR itu.
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas