Lupa Sandi?
/ Tren

Kenalkan Otomotif Indonesia Lewat ASEAN Stunt Day

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Kenalkan Otomotif Indonesia Lewat ASEAN Stunt Day
Kompetisi ASEAN Stunt Day di ajang otomotif Tumplek Blek 2015 diramaikan oleh peserta stunt riders dari Asia Tenggara, seperti Thailand, Kamboja, Singapura dan Timor Leste. "Harapannya untuk memperkenalkan Indonesia di otomotif luar," ujar Project Manager The 16th International Otobursa Tumplek Blek 2015 Abi Irawan. ASEAN Stunt Day adalah kompetisi freestyling motor berjenis sport dengan kapasitas mesin minimum 250 cc. Kompetisi yang berhadiah ratusan dolar AS itu menguji ketangguhan dan kemampuan para stunt riders dari negara Asia Tenggara. Abi mengatakan kompetisi ini diharap dapat menarik pencinta otomotif di luar negeri untuk berkunjung ke ajang tahunan Tumplek Blek. "Otobursa selain bursa, juga bisa jadi tempat wisata agar mereka tahu otomotif di Indonesia gede banget," jelasnya. Kompetisi ASEAN Stunt Day digelar sepanjang sore dan menampilkan dua puluh stunt riders, sepuluh dari Indonesia dan sisanya dari negara-negara tetangga. Para penonton riuh bertepuk tangan ketika peserta berhasil menampilkan aksi mendebarkan, seperti mengendarai motor sembari berdiri di ujung boncengan belakang, atau mengangkat bagian depan sehingga motornya hanya berjalan dengan satu ban. Kompetisi ini juga menghadirkan penampilan dari Reza Syadri Sihombing, freestyler Indonesia pertama yang meraih gelar Burapa Stunt Battle pada Burapa-Pattaya Bike Week Thailand pada 2011 dan 2012. Selain itu, hadir juga stunt rider dari Slogenia Rok Bagoros yang menjadi satu-satunya rider dunia menggunakan motor bermesin single-cylinder. disadur dari ANTARAk
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata