3 Film Indonesia di Festival Cannes 2015

3 Film Indonesia di Festival Cannes 2015

3 Film Indonesia di Festival Cannes 2015

 FESTIVAL Film Cannes ke-68 sudah dimulai.

Ribuan film dari berbagai negara bersaing untuk menjadi yang terbaik. Tahun ini ada tiga film Indonesia masuk nominasi. Film yang menjadi pembuka di Festival Film Cannes adalah film Prancis berjudul La Tete Haute (Standing Tall) karya Emmanuelle Bercot. Film tersebut cukup menarik dengan latar perjalanan hidup seorang anak bernama Malony, mulai usia 6 hingga 18 tahun. Kisahnya terekam melalui peradilan anak dan upaya yang tidak mengenal lelah dari seorang hakim serta seorang konselor untuk menyelamatkannya. Pada ajang ini hadir juri yang kompeten, dipimpin oleh dua bersaudara dari Amerika Serikat Joel dan Ethan Coen, yang memenangkan Palme dPalme dOr pada 1991. Juri lainnya, aktris Prancis Sophie Marceau dan aktor Amerika Jake Gyllenhaal. 3 Film Indonesia di Panggung Festival Film Cannes 2015 Adapun tiga film Indonesia yang diputar dan bersaing di ajang tersebut, yakni Filosofi Kopi, Tabula Rasa yang akan bersaing di kategori Cannes Market Screening dan film pendek The Fox Exploits The Tiger Might masuk nominasi Critic’s Week . “Semua (nominasi) yang kami dapatkan untuk berlaga di ajang sebesar Cannes Film Festival ini sungguh di luar prediksi kami,” kata Lucky Kuswandi, sutradara film The Fox Exploits The Tiger’s Might . Saat mendaftarkan filmnya ke festival itu, Lucky mengaku tidak melakukan secara langsung, tetapi melalui proses online . Film produksi Babibuta Film ini masuk nominasi setelah menggeser sekitar 1.750 karya film pendek yang masuk ke meja panitia. Sementara Angga Dwimas Sasongko, produser sekaligus sutradara film Filosofi Kopi merasa mendapat kesempatan besar ketika filmnya masuk nominasi. Masyarakat dunia bisa menyaksikan kemampuan sineas Indonesia dan latar pengambilan gambarnya. “Di sana (Paris) kami tim Filosofi Kopi akan buka booth , berjualan berbagai minuman kopi asli Indonesia. Saya dan beberapa pemain juga nanti jaga tempat untuk lebih mengenalkan film, khususnya kekayaan alam Indonesia melalui suguhan segelas kopi,” terangnya. Berkembang pesatnya perfilman Indonesia yang berkualitas ini semakin membuktikan bahwa karya anak bangsa patut diperhitungkan di pentas internasional. Sutradara dan aktor Lukman Sardi mengaku, membaiknya film Indonesia ini harus terus didukung oleh generasi muda. “Mereka (generasi muda) masih fresh , belum terpaku pada pola industri yang ada. Mereka bebas mau bikin film apa saja dan positifnya karya mereka diakui,” kata Lukman. Thomasmanggalla/ Fatturahman hakim | Koran-sindo.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

10 Pantai paling dekat dengan Bandung. Yuk..jalan:) Sebelummnya

10 Pantai paling dekat dengan Bandung. Yuk..jalan:)

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti Selanjutnya

Rasakan Sensasi Pedas Inovasi Cabai Carvi Agrihorti

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.