Indonesia kembali berpartisipasi dalam eksibisi seni internasional dengan mengusung tema "Voyage Trokomod" di pameran seni sangat bergengsi di La Biennale di Venezia, Italia yang digelar untuk ke-56 dari tanggal 9 Mei sampai 22 November mendatang. Paviliun Indonesia yang terletak di lokasi Arsenale, mengetengahkan perjalanan tokoh "fussion" dari binatang legendaris Indonesia, Komodo dengan tokoh mitologi Yunani, Kuda Troya, yang diberi nama Trokomod, Troya Komodo, demikian Minister Counsellor Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Roma, Nindarsari Utomo kepada Antara London, Sabtu. Dikatakannya tema tersebut merupakan interpretasi seniman kontemporer Indonesia, Heri Dono, atas tema utama La Biennale di Venezia tahun ini "All The Worlds Futures" dengan kurator dari Nigeria, Okwui Enwezor yang mengelola keikutsertaan 89 partisipasi nasional, diantaranya lima negara peserta baru yaitu Grenada, Mauritius, Mongolia, Mozambique dan Seychelles. Disekitar Trokomod terdapat perahu-perahu terbang yang merepresentasikan Indonesia sebagai negara maritim. Kesatuan Trokomod dan perahu yang berada di sekitarnya menampilkan keunikan paviliun Indonesia yang terletak diantara kumpulan karya seni paviliun negara tuan rumah, Italia dan paviliun dari Tiongkok. Dalam kesempatan resepsi penyambutan berdirinya Paviliun Indonesia yang dilakukan di Museum Peggy Guggenheim, Komisioner Jenderal, Sapta Nirwandar menyatakan partisipasi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kerja keras ketekunan dan kerja sama Restu Imansari Kusumaningrum. Selain dukungan "Friends of Venice Biennale" dibawah koordinasi Dubes Dr Kartini Sjahrir Panjaitan yang menjadi pendorong eksisnya Indonesia dalam perhelatan seni bergengsi di dunia internasional. Sementara itu, Duta Besar RI di Roma August Parengkuan meyakini seni merupakan unsur perekat dari perbedaan dan melalui seni pula bangsa-bangsa di dunia dapat bersatu dan berada dalam perdamaian. Untuk itu, Dubes menyampaikan penghargaan kepada penggiat seni dan pendukung dari unsur swasta yang berkontribusi bagi terselenggaranya kehadiran paviliun Indonesia pada ajang ke-56 La Biennale di Venezia. Dubes mengatakan keberadaan paviliun Indonesia menjadi promosi Indonesia di dunia seni internasional dan juga promosi Indonesia di masyarakat setempat. Atas hubungan baik yang telah dibina sejak tahun 2013, Restu menyatakan bahwa mitra Italia, Franco Laera dari Change Performing Arts merupakan "co-producers" serta Direktur Artistik bagi Paviliun Indonesia. Franco Laera turut lega atas adanya partisipasi Indonesia diantara kehadiran negara peserta dari seluruh dunia yang tersebar di lokasi Arsenale, Giardini dan di berbagai tempat di seluruh kota di Venezia. Restu, Carla Bianpoen dan Asmudjo Jono Irianto serta kawan-kawan pencinta seni mengharapkan dukungan kerjasama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada masa kini bermunculan seniman Indonesia yang kreatif dan sepantasnya mendapatkan kedudukan dan pengakuan internasional. Bagi Restu dan kawan-kawan partisipasi di La Biennale di Venezia ini merupakan pengalaman kedua kalinya setelah berpartisipasi pada tahun 2013 dan mengharapkan partisipasi tahun 2015 ini bukan yang terakhir bagi Indonesia, yang semakin dipandang sebagai negara yang diperhitungkan dalam konstelasi hubungan antarbangsa di dunia. disadur dari ANTARA

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu