Kopi Tubruk Gelas Terbalik?

Kopi Tubruk Gelas Terbalik?
info gambar utama
Aceh tak hanya terkenal dengan kopi luak gayo dan kopi ulee kareng saja, ternyata kopi tubruk dengan sajian gelas tebalik juga memiliki cita rasa yang sangat nikmat dan memiliki keistimewaan tersendiri bagi anda para penikmat kopi. Namun untuk menikmati kopi tubruk dengan gelas terbalik tentu anda tidak semudah menemui warung kopi seperti pada umumnya di Aceh yang racik dengan cara disaring, karena warung yang menyajikan kopi tradisional dengan cara unik ini masih terbilang langka. Nah, jika anda mengunjungi kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, belum lengkap rasanya sebelum anda singgah ke warung Pante Kenangan, di Jalan Syiah Kuala, Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan. Pasalnya, di warung sederhana inilah yang menyediakan kopi tubruk dengan cita rasa nikmat khas Meulaboh. Untuk menikmatinya anda akan memiliki tantangan tersendiri karena kopi yang dihidangkan di sini dengan gelas terbalik dan hanya ada satu pipet penyedot. Jika anda tidak berhati-hati meminumnya tentu bisa tumpah dan fatal. Warung yang dibangun sejak tahun 1983 ini sempat hancur dihantam gelombang tsunami 2004 kala itu, namun kini selalu ramai dikunjungi para penikmat kopi dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, aktivis, bahkan pembisnis yang menghabiskan waktu sambil menikmati kopi tubruk gelas terbalik. Seperti Rahmad Ozer (25), seorang mahasiswa. Dia mengaku sudah ketagihan dengan cita rasa kopi tubruk gelas terbalik Suak Ribee ini sejak sebelum terjadi tsunami. Hampir tiap hari bersama rekannya ia menikmati kopi kala hari menjelang malam. "Saya waktu harga kopi Rp 500 sudah kecanduan kopi tubruk, sekarang sudah Rp 4.000 satu gelas. Rasanya masih tetap enak dan suasana warung juga teduh cocok untuk bersantai sore. Kopi tubruk Suak Ribee ini membuat saya selalu ketagihan dan setiap hari ingin menikmatinya," kata Rahmad kepada KompasTravel, Minggu (17/5/2015). disadur dari KOMPAS

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini