Lupa Sandi?

Indonesia itu Jamu

Bagus Ramadhan
Bagus Ramadhan
0 Komentar
Indonesia itu Jamu
Sebuah identitas baru akan disematkan pada Indonesia bersamaan dengan pernyataan Presiden Joko Widodo  dalam Pembukaan Musyawarah Nasional Gabungan Pengusaha Jamu Tradisional ke-7 di Jakarta 25 Mei lalu. Indonesia sebagai negara dengan tradisi jamu. Mungkin saat ini kita ketahui bersama bahwa pamor jamu tidak lagi sekuat dulu. Generasi muda saat ini masih memandang jamu sebagai minuman atau racikan untuk orang-orang tua dan pekerja kasar. Padahal beberapa obat modern dan minuman berenergi yang populer di Indonesia saat ini ternyata adalah jamu hasil racikan rempah-rempah asli Indonesia. Hanya saja tidak produk-produk tersebut dikemas menjadi lebih 'keren' untuk pasar dewasa muda. Di lain sisi jamu juga msaih harus bersaing dengan racikan ramuan rempah-rempah lain yang masih identik dengan racikan-racikan hasil ekspor luar negeri seperti ramuan china, india ataupun. jamu Namun dengan komitmen pemerintah untuk terus mendukung industri Jamu dalam negeri, persepsi itu diharapkan akan berubah.
"Indonesia itu jamu, harus berani membangun brand itu," kata Presiden Joko Widodo
Presiden mengatakan pengembangan jamu sebagai sebuah brand bertujuan untuk memberikan citra dan persepsi bahwa jamu identik dengan Indonesia. Menteri Perindustrian Saleh Husin juga menjelaskan bahwa pasar global akan mempercayai Jamu Indonesia jika kualitasnya terus dijaga ketat.
"Kontrol kualitas di industri jamu semakin ketat karena ini demi mempertahankan kepercayaan konsumen. Saya yakin pelaku industri jamu kita juga mampu memenuhi permintaan pasar global," kata Menperin Saleh Husin (25/05/2015).
jamu Menurut Umul Jariyah, Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Jamu adalah sebagai nilai tambah daya saing Indonesia untuk bersaing dalam ajang MEA 2015 yang akhir tahun ini akan terbuka. Dirinya berujar bahwa kita harus mampu menghargai produk sendiri, agar industri kesehatan lokal dapat terus berkembang. Beliau juga menambahkan, industri perlu terus berinovasi untuk menarik minat pasar lokal untuk memandang Jamu sebagai produk yang berkualitas.
"Kita harus bisa mengolah supaya rasa dari jamu itu bisa enak. Anggapan dari masyarakat kalau meminum jamu itu kan pasti yang rasanya tidak enak lah, baunya tidak enak lah, dan semacamnya. Intinya, industri jamu Indonesia harus memikirkan bagaimana bahan alam yang terkandung dari jamu itu bisa masuk ke dalam tubuh manusia namun diolah agar rasanya bisa enak di lidah," pungkasnya.
Lalu, bagaimana dengan Anda? pernahkah Anda mencoba jamu? Jika belum, mungkin mulai saat ini Anda harus mulai memanggil ibu-ibu Jamu gendong untuk mencoba jamu khas Indonesia. sumber: Tempo.co; Suarasuarabaya.net
Label:
Jamu
Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAGUS RAMADHAN

Seorang copywriter dan penulis konten yang bermimpi mampu menebar inspirasi dan semangat lewat konten-konten berkualitas untuk kehidupan yang lebih baik. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah9 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah10 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara