Lupa Sandi?

Pangkalan Bun dan Penerjunan Pertama di Indonesia

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Pangkalan Bun dan Penerjunan Pertama di Indonesia
Beberapa waktu yang lalu nama Pangkalan Bun menjadi obrolan hampir di seluruh pelosok se-Nusantara, kecelakaan Air Asia QZ8501 membuat nama daerah ini santer terdengar di berbagai media massa. Namun sebenarnya selain berita tersebut, Pangkalan Bun mempunyai sejarah yang penting bagi Indonesia khususnya bagi TNI Angkatan Udara. Ya, sejarah penerjunan pertama di Indonesia ada di kota ini.
Monumen Pesawat RI-02 di Pangkalan Bun Monumen Pesawat RI-02 di Pangkalan Bun

Tepatnya pada pemerintahan pertama Gubernur Kalimantan yaitu Muhammad Noor, yang meminta kepada KSAU pada waktu itu Marsekal Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan guna membantu perjuangan rakyat Kalimantan, hal ini ditanggapi dengan menunjuk Mayor Udara Tjilik Riwut untuk menyiapkan prajurit-prajurit AURI melaksanakan tugas penerjunan di Kalimantan.
Mayor Udara Tjilik Riwut Mayor Udara Tjilik Riwut

Atas masukan dari Komodor Suryadi Suryadarma kemudian dipilihlah 12 orang putra asli Kalimantan dan 2 orang PHB AURI untuk melakukan penerjunan. Mereka adalah Heri Hadi Sumantri, FM Suyoto, Ahmad Kosasih, Bachri, J. Bitak, C. Williem, Imanuwel Nuhan, Amirudin, Ali Akbar, M. Dahlan, JH. Darius, Marawi, dan Iskandar (Pimpinan Pasukan) yang kini namanya di jadikan nama Bandar Udara Iskandar-Pangkalan Bun. Seorang lagi yaitu Jamhani batal terjun karena kurangnya persiapan. Ketiga belas orang ini semuanya belum pernah mendapat pendidikan secara sempurna kecuali mendapatkan pelajaran teori dan latihan di darat (ground training).   Tanggal 17 Oktober 1947, tiga belas orang tadi berhasil diterjunkan di daerah Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Pasukan ini diterjunkan dengan menggunakan pesawat C-47 Dakota RI-002 yang diterbangkan oleh Bob Freeberg berkebangsaan Inggris sekaligus pemilik pesawat, co-pilot Opsir (U) III Suhodo, dan Jump Master Opsir Muda (U) III Amir Hamzah. Bertindak sebagai penunjuk daerah penerjunan adalah Mayor (U) Tjilik Riwut yang juga dikenal sebagai Pahlawan Nasional dan salah satu Gubernur Kalimantan Tengah. Ini adalah operasi Lintas Udara pertama dalam sejarah Indonesia.   Peristiwa penerjunan yang dilakukan oleh ke 13 anak bangsa ini yaitu pada tanggal 17 Oktober 1947 kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) yang sekarang dikenal dengan Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Korpaskhas).

Label:
Kalimantan
Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara