Lupa Sandi?

Sutradara "Despicable Me" Berdarah Indonesia

Asrari Puadi
Asrari Puadi
0 Komentar
Sutradara
Siapa yang tidak tahu dengan film animasi “Despicable Me”, film yang menggambarkan tingkah laku unik dan lucu “Minion” ini menyihir hampir seluruh kalangan di Dunia. Namun mungkin belum banyak yang tahu kalau ternyata sosok sutradara di balik film animasi "Despicable Me" adalah pria keturunan Indonesia. Dia adalah Pierre-Louis Padang Coffin, dia adalah anak dari novelis terkenal Nurhayati Srihardini Siti Nukatin atau lebih akrab sebagai NH Dini, beberapa karya NH Dini yang terkenal dan masih dibaca hingga saat ini antara lain “Pada Sebuah Kapal”, “Keberangkatan”, “Namaku Hiroko” dan “Tirai Menurun”.
Aksi Pierre Bersama Minion

Pierre memulai karier dengan mengikuti pelatihan di Paris. Ia kemudian bekerja di Amblimation untuk mengerjakan film yang eksekutif produsernya adalah Steven Spielberg yaitu “We're Back! A Dinosaur's Story”. Lalu kemudian bekerja sebagai animator supervisor dan sutradara di studio CGI Ex Machina di Prancis. Bersama sutradara Chris Renaoud, Pierre memulai mengerjakan film animasi “Despicable Me” untuk Universal Pictures. Ia juga mengisi suara minion, karakter berwarna kuning yang lucu dan menggemaskan.
Label:
film
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ASRARI PUADI

Mamut Menteng Ureh Utusku. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah9 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah10 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara