Lupa Sandi?

Debut Keren "Winterflame", Game Karya Anak Bangsa

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Debut Keren
Satu lagi karya anak bangsa yang bakal menggebrak industri kreatif global. Winterflame: The Other Side, game bergenre puzzle adventure buatan pengembang Indonesia, berhasil menghimpun dana 70.832 dollar Kanada atau setara Rp 760 juta di situs penghimpun dana Kickstarter. Dengan dana tersebut, game yang merupakan bagian dari perusahaan Vandaria Saga tersebut bakal rilis secara komersil pada 2016 mendatang. "Nah, lewat Winterflame kita berniat untuk memperkenalkan dunia Vandaria tidak hanya ke Indonesia, namun juga ke luar negeri, dalam bentuk video game," kata penulis novel Winterflame Fachrul R.U.N pada KompasTekno. Fachrul mengakui tantangan untuk memboyong Winterflame ke panggung internasional bakal semakin berat. Stereotip sebagai pengembang Indonesia membuat Fachrul cs. sulit mendapat perhatian dari media barat. Pasalnya, Indonesia masih dianggap kurang berpengaruh dalam industri game secara global. Namun, tim Winterflame tak ingin menyerah pada label. Mereka justru termotivasi untuk membuktikan kualitasnya. Maka, dalam pengembangannya, tim Winterglame selalu mematrikan tagar #againstallodds. Selain untuk menyemangati tim internal, kata Fachrul, tagar itu juga mampu menyampaikan filosofi Winterflame yang berbicara tentang perjuangan hidup. ''Jelas memasuki pasar internasional tidak akan mudah. Tapi kami akan berjuang, dan semoga kami akan berhasil, seperti suksesnya kampanye Kickstarter kami ini," ia menuturkan. Menurut Fachrul, tercapainya target pengumpulan dana Winterflame di Kickstarter tidaklah segampang mengabarkan keberhasilannya. Winterflame masuk ke Kickstarter pada 20 April lalu. Sebelum unjuk gigi, tim benar-benar menggarap kemasan dan konten Winterflame semenarik mungkin. Selain itu, tim Winterflame juga mengandalkan media sosial dan media massa untuk membangun antusiasme massa. Lewat Twitter dan Facebook, tim Winterflame menyajikan beragam informasi termutakhir ihwal game-nya. Rilis pers juga secara rutin dikirim ke beberapa blog game. "Di Twitter, kami berhasil mendapat dukungan dari tokoh-tokoh seperti Triawan Munaf dan Dennis Adhiswara," katanya. Secara garis besar, Winterflame adalah game yang menggambarkan proses manusia dengan segala kekurangannya menghadapi tantangan hidup dan berkembang menjadi lebih baik. Hal itu digambarkan lewat perjalanan Lev. Di sini, pemain akan memerankan Lev. Ia berjuang mencari Raina, sosok yang ia sayangi. Sebelumnya, Raina menghilang dan meninggalkan pesan kepada Lev untuk tidak mencarinya. Tapi Lev memutuskan abai dengan pesan Raina. Ia tak gentar walau harus menghadapi ancaman yang luar biasa berat. Dari perjalanan menemukan sang pujaan hati, Lev pun berpotensi mengungkap rahasia semesta Vandaria, yang selama ini tersembunyi. Nih versi beta Winterflame. Kamu pasti sudah tak sabar ingin menjajalnya. (Tribun Lampung)
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara