Lupa Sandi?

Festival Tangkap Ikan Unik di Biak

Farah Fitriani Faruq
Farah Fitriani Faruq
0 Komentar
Festival Tangkap Ikan Unik di Biak
Festival Munara Wampasi, alias festival air surut sedang digelar di Biak. Acara utama dalam festival ini adalah menangkap ikan di pesisir pantai menggunakan tombak. Ini adalah tahun ketiga Festival Munara Wampasi digelar di Biak, Papua. Selama 4 hari yakni mulai 1-4 Juli 2015, wisatawan akan dihibur berbagai atraksi budaya dan wisata alam di Pulau Biak. "Biak punya banyak jenis wisata, dari alam sampai budaya dan heritage. Oleh karena itu festival ini tak hanya melestarikan kearifan lokal, tapi juga bisa menarik minat wisatawan," tutur Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti saat pembukaan Festival Munara Wampasi di Pantai Nurwar, Rabu (1/7/2015). Acara utama dalam festival ini adalah acara menangkap ikan di air surut, tepatnya pesisir pantai. Sejak pagi, warga berbondong-bondong menyambangi Pantai Nurwar di Biak Timur sambil membawa tongkat bambu sepanjang 1,5 meter. Tongkat itulah yang digunakan untuk menangkap ikan di pesisir pantai. Selain itu, turis juga bisa menonton tari tradisional. Banyak pula warga yang menjajakan kuliner khas lokal seperti singkong rebus dengan lauk gurita. disadur dari DETIK
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG FARAH FITRIANI FARUQ

life is too short to be negative. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah9 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah10 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara