Grand Canyon di Pesisir Utara Jawa

Grand Canyon di Pesisir Utara Jawa
info gambar utama
Bila di Amerika Serikat terdapat Grand Canyon, di Indonesia pun memiliki ngarai yang terjal seperti di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Tebing terjal yang diukir oleh manusia ini bisa menjadi destinasi wisata atau arena panjat tebing yang menantang. Tertarik dengan grand canyon dari Demak? Jika anda ditanya pernah melihat lokasi tebing terjal yang berbaris pasti akan menjawab pemandangan itu bukan berada di indonesia. Mungkin akan menyebut grand canyon di Amerika. Namun jangan salah, tebing terjal nan artistik tersebut juga ada di Indonesia, tepatnya di Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Demak. Tapi tebing terjal yang menjulang ini bukan murni buatan alam. Menurut warga Desa Kebonbatur, Munir Yusak (57), semula lokasi ini adalah perbukitan yang menjadi kawasan pertambangan liar pasir, batu dan padas. Nah, seiring perjalanan waktu, pemerintah mulai menghentikan pertambangan tersebut hingga menyisakan sejumlah tebing terjal membentuk pemandangan yang menarik. Meski bukit terjal ini belum digarap secara serius menjadi lokasi wisata, namun keindahan dari tebing-tebingnya tak diragukan lagi. Tebing-tebing yang menjulang tinggi itu seperti tertata rapi seperti hasil karya seni. Sebagian hamparan bukit padas yang terjal membentuk mirip sebuah arena pertarungan gladiator. Bahkan, beberapa bukit pun dihiasi oleh sejumlah gua sisa aktivitas penambangan. "Gua-gua itu dulunya dalamnya pasir sehingga sengaja diambil. Ada juga yang sengaja dibuat penambang untuk tempat istirahat, " imbuh Sarmani. Sepanjang mata memandang di antara gugusan bukit terjal terdapat beberapa tebing terjal menjulang yang dipisah oleh akses jalan. Tak sedikit pengunjung melintas di jalan tersebut mengendarai kendaraan. Keindahan grand canyon Demak menjadi daya tarik unik. Para penikmat wisata alam jamak mengabadikan keunikan panorama ini untuk sekadar foto bersama. Seperti Fani Dwi Astari (22) dan kawan kawannya. Pengujung dari Kendal ini, gemar berselfie ria di lokasi ini. Pengunjung pun tidak hanya datang dari Demak. Sejumlah pengunjung yang heboh mendengar kabar ini datang dari berbagai daerah. Mereka penasaran dengan keindahan ukiran tebing terjal grand canyon dari Demak ini. "Sayangnya tidak dikelola dengan baik. Banyak warga yang meminta uang masuk dari berbagai titik lokasi. Jika ini dikelola menjadi tempat wisata oleh pemerintah pasti menjadi pemasukan dan aset tersendiri, " kata Fani.(Puthut Dwi Putranto) Tribunjogja.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini