Lupa Sandi?

10 Jenis Durian Indonesia yang Menggoda Lidah

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
10 Jenis Durian Indonesia yang Menggoda Lidah
Saya terkekeh saat melihat host acara TV dalam program Extreme Food yang langsung pucat wajahnya saat pertama kali mencicipi durian. Padahal, makan makanan paling aneh sekalipun pernah dia coba. DI Indonesia, banyak sekali yang menyukai durian, dan disebutnya sebagai "Raja Buah". Harganya memang mahal (kadang sangat mahal), namun tak menghalangi banyak orang untuk memburu durian. Tak banyak yang tahu, ternyata di Indonesia, terdapat banyak jenis dunia. Di Indonesia, penamaan durian disesuaikan dengan wilayah tempat tumbuhnya. Ada durian Lampung, durian Medan, atau durian Palembang. Hanya beberapa varietas unggul dinamakan cukup unik, seperti durian petruk dari Jepara, durian hepe dari Cileungsi, hingga durian tembaga asal Kalimantan. Inilah jenis-jenis durian yang populer di Indonesia:   Durian Otong (Parung Bogor) Dikenal juga sebagai varietas durian mon thong atau golden pillow di Thailand. Buahnya memanjang dengan bagian ujung dan pangkal meruncing. Warna kulit kekuningan. Durinya berbentuk kerucut, berukuran kecil, dan agak rapat. Berat buahnya 2 - 4 kg. Daging buah tebal, kering, kurang lemak, kuning, bertekstur sangat halus, beraroma tidak begitu tajam, dan bercita rasa sangat manis. Durian Petruk (Jepara, Jawa Tengah) Buahnya berbentuk bulat telur dengan warna hijau kekuningan. Duri kulitnya berbentuk kerucut kecil dan rapat. Buahnya berukuran sebesar kelapa gading dengan penampilan sangat menarik dengan bobot buah 1 – 2½ kg. Daging buah agak tebal, berlemak, berwarna kuning, bertekstur agak lembek, berserat halus, beraroma sedang atau tidak begitu tajam.   Durian Sidodol (Karang Intan, Kalimantan Selatan) Bentuk buah bulat dengan warna hijau kekuningan. Duri berbentuk kerucut dan tumpul dengan susunan rapat. Berat buah 11/2- 2 1/2 kg. Warna daging buah kuning mengilap, tebal 1,2 cm, tekstur halus, agak lembek, aroma harum, dan rasa manis gurih. Durian Sawah Mas (Mabah, Kalimantan Barat) Dikenal juga dengan nama durian lai mas. Bentuk buah bulat dengan ujung meruncing. Warna kulit buah berwarna hijau dengan ketebalan 1-1,3 cm. Duri buah berbentuk kerucut dengan susunan agak jarang. Berat buah 2 ½ - 4 kg. Warna daging buah kuning, kering, bertekstur halus, berasa manis gurih, dan beraroma harum. Durian Matahari (Cimanggu, Bogor) Buahnya bulat panjang dengan warna kulit hijau kecokelatan dan tebal 0,5-1 cm. Durinya besar, runcing, jarang, dan bengkok. Berat buah 2 - 3,5 kg. Daging buah tebal, kering, berlemak, tekstur halus, aroma tidak tajam, dan manis. Durian Bokor (Majalengka, Jawa Barat) Dikenal juga sebagai durian aden. Buahnya berbentuk bulat panjang dengan warna kulit hijau kekuningan. Duri kulit buahnya besar tersusun jarang. Berat buah 3 - 4 kg. Warna daging buah kuning, cukup tebal, kering, aroma harum, dan sedikit manis. Durian Hepe (Cileungsi, Jawa Barat) Buahnya berbentuk bulat telur dengan warna cokelat kekuningan dan tebal 0,8-1 cm. Duri kulit buah berbentuk kerucut, kecil, dan tersusun rapat. Berat buah 1½ - 2 kg. Daging buah berwarna putih kekuningan, tebal agak kering, tekstur halus, berlemak, aroma tajam, dan manis. Durian Sukun (Karanganyar, Jawa Tengah) Bentuk buahnya bulat panjang dan berwarna kekuningan. Duri kulit buahnya berbentuk kerucut, kecil, dan rapat. Berat buah 1½ - 2½ kg. Daging buah sangat tebal, kering berlemak, tekstur halus, putih kekuningan, harum, dan manis. Durian Gantalmas (Medan, Sumatera Utara) Bentuk buahnya lonjong dengan warna masih kehijauan. Duri kulitnya berbentuk kerucut tidak tajam, kecil, dan tidak rapat. Berat buah mencapai 3 – 4 kg. Daging buah tipis dengan warna putih kekuningan. Cita rasanya tidak terlalu manis, namun sangat berlemak. Durian Tembaga (Kampar, Kepulauan Riau) Bentuk buahnya bulat sempurna dengan duri kulit buahnya berbentuk lancip, langsing, dan rapat. Berat buah 2 – 3½ kg. Daging buah berwarna kuning pekat seperti tembaga, sangat tebal, berlemak, tekstur halus, sangat harum, dan sangat manis. (f)   (Femina.co.id)

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie