E-book Bermuatan Konten Lokal Karya Anak Negeri

E-book Bermuatan Konten Lokal Karya Anak Negeri

E-book Bermuatan Konten Lokal Karya Anak Negeri

Tren gaya hidup yang mobile menjadi pilihan masa kini mampu mendukung berkembangnya industri buku Indonesia. Guna memajukan minat baca orang Indonesia, sekumpulan anak bangsa mengembangkan LIVI, sebuah mobile app reader berbasis Android yang memungkinkan pengguna untuk dapat membeli dan membaca buku dengan mudah menggunakan perangkat mobile. Tak seperti aplikasi e-book kebanyakan, LIVI lebih menekankan pada konten buku-buku lokal. “Kita melihat pasar buku di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Tapi, kenapa e-book tidak ada yang dari Indonesia. Banyakan dari Amerika, Eropa, dan Jepang,” ujar Stanley Octavian, Managing Director LIVI. “Membaca e-book jadi gaya hidup yang mainstream, itu visi kami.” Sejauh ini LIVI melihat respon terhadap produknya sangat bagus, baik dari kalangan pengguna/pembaca dan juga dari penerbit buku/publisher. LIVI sudah mengantongi lebih dari 1.000.000 judul buku, baik dari internasional dan lokal. Kendati mengklaim akan fokus di konten lokal, namun porsi judul buku masih lebih banyak internasional. “Posisinya hampir seimbang, tapi masih banyakan konten luar, dikit,” kata Deasy Tirtadjaya, Marketing Director LIVI. Sudah beredar selama sebulan, saat ini LIVI hanya tersedia di Google Play Store saja. Selanjutnya, aplikasi buku digital ini bakal available di iOS dan Windows Phone dalam waktu dekat. Model bisnis yang digunakan LIVI adalah profit sharing dari penjualan, dengan penerbit dan reseller. Kendati model distribusinya dalam bentuk media digital, LIVI justru mengaku bahwa profit sharing yang didapat lebih menguntungkan. Dari setiap 100.000 transaksi, LIVI akan mengambil jatah 10 persen saja. Selebihnya dibagi ke publisher dan reseller. “Reseller akan mendapat bagian 30 persen, untuk memotivasi mereka juga,” ujar Stanley. Rekanan penerbit LIVI antara lain Random House, PPM Manajemen, NulisBuku.com, Gloria Graffa, Mizan, dan masih banyak lagi. Terkait dengan cukup rendahnya minat baca di masyarakat Indonesia, strategi yang LIVI sajikan ialah dengan membangun sisi emosional masyarakat karena aplikasi ini sepenuhnya produksi anak bangsa. Selain konten lokal, startup ini juga mengedepankan distribusi dan pembayaran lokal untuk memberikan akses yang mudah dan pilihan yang lebih banyak kepada masyarakat terhadap konten buku yang mereka butuhkan. selular.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

N-245, Pesawat Baru Gagasan PT DI yang Bakal Mirip KRL Sebelummnya

N-245, Pesawat Baru Gagasan PT DI yang Bakal Mirip KRL

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia Selanjutnya

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.