Untuk memasok alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI, PT Pindad (Persero) kini sedang meneliti untuk pembuatan roket, peluru kendali dan tank. Direktur PT Pindad, Silmy Karim, pihaknya ingin menciptakan peluru kendali buatan sendiri untuk digunakan sebagai pertahanan udara. "Yang kita inginkan ya itu misil, kita berharap bisa bikin peluru kendali," kata Silmy di Warung Daun, Cikini, Jakarta. Untuk menciptakan peralatan tempur tersebut, Silmy mengungkapkan pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya untuk pembuatan roket mereka ingin kerja strategis dengan Perancis. Sementara untuk pembuatan misil, PT Pindad kerja sama dengan Swedia. "Kita ingin kerja sama strategis untuk roketnya dulu. Kita kerja sama dengan Perancis. Kemudian potensi meriam jarak jauh, saya berharap tak lebih dari dua tahun bisa diproduksi di Indonesia," ujar alumnus Harvard University Executive Education di bidang pertahanan nasional dan internasional, Cambridge, AS Untuk itu, Silmy mengungkapkan pihaknya sudah menyuntikkan dana sekitar Rp 700 miliar dan tahun depan untuk nominal yang sama. Dalam lima tahun ke depan akan dilakukan pengembangan yang diperkirakan menelan biaya Rp 5 triliun. "Ini kita tingkatkan pada inovasi pembuatan eskavator. Itu adalah skil teknologi militer ke penggunaan teknologi sipil, dan itu berkesinambuangan. Di luar negeri seperti itu semua. Militer itu tahap awal, dan berikutnya untuk kepentingan sipil," tukas Komisaris PT PAL itu. Antara

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu