Lupa Sandi?

Roket dan Peluru Kendali Siap Diproduksi di Dalam Negeri

Akhyari Hananto
Akhyari Hananto
0 Komentar
Roket dan Peluru Kendali Siap Diproduksi di Dalam Negeri
Untuk memasok alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI, PT Pindad (Persero) kini sedang meneliti untuk pembuatan roket, peluru kendali dan tank. Direktur PT Pindad, Silmy Karim, pihaknya ingin menciptakan peluru kendali buatan sendiri untuk digunakan sebagai pertahanan udara. "Yang kita inginkan ya itu misil, kita berharap bisa bikin peluru kendali," kata Silmy di Warung Daun, Cikini, Jakarta. Untuk menciptakan peralatan tempur tersebut, Silmy mengungkapkan pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya untuk pembuatan roket mereka ingin kerja strategis dengan Perancis. Sementara untuk pembuatan misil, PT Pindad kerja sama dengan Swedia. "Kita ingin kerja sama strategis untuk roketnya dulu. Kita kerja sama dengan Perancis. Kemudian potensi meriam jarak jauh, saya berharap tak lebih dari dua tahun bisa diproduksi di Indonesia," ujar alumnus Harvard University Executive Education di bidang pertahanan nasional dan internasional, Cambridge, AS Untuk itu, Silmy mengungkapkan pihaknya sudah menyuntikkan dana sekitar Rp 700 miliar dan tahun depan untuk nominal yang sama. Dalam lima tahun ke depan akan dilakukan pengembangan yang diperkirakan menelan biaya Rp 5 triliun. "Ini kita tingkatkan pada inovasi pembuatan eskavator. Itu adalah skil teknologi militer ke penggunaan teknologi sipil, dan itu berkesinambuangan. Di luar negeri seperti itu semua. Militer itu tahap awal, dan berikutnya untuk kepentingan sipil," tukas Komisaris PT PAL itu. Antara
Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG AKHYARI HANANTO

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to unders ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Indonesia, Menuju Takhta E-Commerce Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata