Lupa Sandi?

Tommy Sugiarto Berjaya di Rusia

Dwina Henti Rahmawati
Dwina Henti Rahmawati
0 Komentar
Tommy Sugiarto Berjaya di Rusia

Kabar gembira datang dari salah satu putra bangsa membanggakan yang pastinya  publik pecinta bulu tangkis tidak asing lagi. Satu-satunya wakil Indonesia di final, Tommy Sugiarto berhasil membawa pulang gelar ke Indonesia dari ajang Rusia Terbuka 2015 yang berlangsung di Vladivostok. 

Tommy berhasil merebut medali emas setelah menjuarai tunggal putra setelah mengalahkan Raul Must dari Estonia, 21-16, 21-10 di Sport Hall Olympic, Vladivostok, Rusia, Minggu (26/7).
Ini merupakan gelar pertama Tommy di musim 2015 setelah pulih dari cedera. Sukses juara di Rusia menambah koleksi juara Tommy menjadi tiga gelar selama di kategori Grand Prix dan Super Series. Sebelumnya, Tommy juara di BWF Super Series Singapore Open (2013) dan Grand Prix Gold Taiwan Terbuka (2011). Kemenangan Tommy Sugiarto di Rusia Terbuka 2015 ini menjadi modal yang sangat bagus bagi pebulu tangkis non pelatnas ini. Pasalnya, Tommy juga akan turun pada Kejuaraan Dunia 2015 yang akan berlangsung di Istora Senayan 10-16 Agustus mendatang. Gelar juara dari Tommy Sugiarto ini merupakan gelar kedua berturut-turut yang diraih oleh Indonesia dari dua ajang berbeda. Sebelumnya pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga sukses juara di Taiwan Terbuka.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG DWINA HENTI RAHMAWATI

Restoring optimism, Rebuilding confidence

... Lihat Profil Lengkap

ARTIKEL TERKAIT

7 Puncak Dunia

Yufi Eko Firmansyah7 bulan yang lalu

Tahukah Anda, Seberapa Luas Indonesia ?

Yufi Eko Firmansyah8 bulan yang lalu

Menjadi Penguasa Telekomunikasi Asia Tenggara

Asrari Puadisatu tahun yang lalu

Internet Gahar, 1 GB Per Detik

Asrari Puadisatu tahun yang lalu
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie