Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi mengatakan Papua Nugini telah setuju menjajaki bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah Papua Nugini. Rencana pengajaran bahasa Indonesia sebagai pilot project ini akan segera ditindaklanjuti dalam waktu dekat di beberapa sekolah dasar atau menengah di negara yang berbatasan dengan Provinsi Papua itu.

"Dengan peningkatan kerja sama tersebut, persaudaraan Indonesia dan PNG (Papua Nugini) akan lebih kuat," kata Retno.

Kesepakatan itu dibicarakan Retno sengan Menteri Luar Negeri Papua Nugini Rimbink Pato di sela rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-48, di Kuala Lumpur, Malaysia, yang berlangsung sepanjang pekan ini.

Selain kerja sama pengajaran bahasa Indonesia, kedua Menteri juga menyepakati peningkatan kerja sama dalam konteks Melanesia. Sejauh ini, kata Retno, Indonesia sudah banyak berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan Melanesian Art and Culture.

Indonesia saat ini telah memperoleh status associate member dalam Melanesian Spearhead Group. Dengan status baru itu, menurut Retno, Indonesia berkomitmen terus memajukan kerja sama dengan Melanesian Spearhead Group. Prioritas kerja sama adalah bidang ekonomi.

Indonesia merupakan rumah bagi sekitar 11 juta masyarakat Melanesia yang berada di lima provinsi, yaitu Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Mempertimbangkan hal tersebut, peningkatan hubungan dan kerja sama dengan negara di kawasan Pasifik ini menjadi salah satu fokus dan prioritas pemerintah.

MOYANG KASIH DEWIMERDEKA - tempo.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu