Berbicara tentang mainan tradisional khas Indonesia memang tidak ada habisnya. Mulai dari yang paling rumit sampai dengan yang paling sederhana namun sarat hukum fisika seperti kapal othok-othok. Sebuah mainan tradisional yang memanfaatkan aliran kalor (panas) ini agaknya pantas menjadi maskot untuk semangat kemaritiman yang dicanangkan presiden Joko Widodo saat ini. Mainan yang biasanya dibuat dari alumunium tipis, dengan bentuk kapal perang sederhana lengkap dengan 'senjata' dan knalpotnya ini sering dijual di taman-taman kota. Untuk menambah semangat keIndonesiaan, biasanya mainan kapal yang berbunyi othok-othok ini dicat berwarna merah putih atau diberi aksesoris tambahan berupa kepala prajuri dan bendera merah putih. Sekilas terlihat murahan namun jika memahami prinsip fisika dibaliknya, mainan ini bukanlah karya murahan. kapal otok Prinsip kerja Kapal ini menggunakan sarana penggerak uap air yang keluar dari ketel mini yang sudah terinstal di dalam kapal. Saat dimainkan, temperatur yang ada di lingkungan kapal lebih rendah daripada yang ada di dalam kapal, jadi uap air yang berada di dalam kapal akan mendesak keluar lalu menimbulkan gaya aksi ke Air. Cara memainkan kapal ini adalah dengan meletakkannya di sebuah wadah air seperti ember atau baskom berisi air, lalu knalpot kapal diisi sedikit air kemudian menyalakan api di badan kapalnya. Jika 'mesin'nya sudah panas maka kapal akan bergerak sendiri dan akan berbunyi othok-othok sembari menggerakkan 'senjata' nya sembari bergerak mengitari ember. Mainan ini mungkin tidak lagi populer bila dibandingkan dengan banyaknya gadget dan permainan video lainnya. Namun mainan ini tetap selalu menarik perhatian dan akan selalu menarik rasa penasaran. Bagaimana tidak, mainan ini hanya membutuhkan sebuah sumber api kecil seperti lilin agar mainan ini dapat 'berlayar'. Mainan ini juga memiliki 'senjata' yang terlihat seperti sebuah kapal perang mini. Pastinya sangat asyik bila bisa memainkannya beramai-ramai. Bagaimana dengan Anda, apakah kapal othok-othok ini mainan Anda ketika kecil? Mungkin ini saatnya Anda mengajak anak atau kerabat Anda untuk kembali memainkannya dan kembali memupuk semangat kemaritiman sambil bernyanyi lagu nenek moyangku seorang pelaut.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu